KH Fathur Rahman, Ajak Diaspora Demak Berinvestasi di Kampung Halaman

DEMAK || Koranprogresif.id — Keberhasilan warga Demak yang merantau di berbagai daerah diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung halaman. Salah satu caranya melalui investasi di sektor pertanian, peternakan, pendidikan dan berbagai bidang usaha produktif lainnya.
Gagasan tersebut disampaikan KH. Fathur Rahman, Konsultan pajak alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) asal Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, saat mengikuti diskusi daring Rembuk Bintoro, yang diadakan Paguyuban Demak Bintoro Demak (PDBN), Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, diaspora Demak yang telah berhasil membangun usaha dan mencapai kemapanan ekonomi perlu didorong untuk ikut berinvestasi di daerah asal. “Langkah ini dinilai penting agar perputaran uang tidak hanya terpusat di daerah perantauan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat Demak,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran diaspora yang berinvestasi di kampung halaman tidak sekadar membawa modal, tetapi juga dapat memberikan inspirasi dan contoh nyata bagi masyarakat setempat dalam mengembangkan usaha produktif.
Sektor pertanian, peternakan, lembaga pendidikan, hingga usaha lainnya dapat menjadi pilihan untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi warga.
“Dulu kita dilahirkan di Demak dan ari-ari kita juga dikuburkan di Demak. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut nguri-uri, memakmurkan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan kampung halaman tempat ari-ari kita dikuburkan,” ungkap KH. Fathur Rahman.
Bagi Fathur Rahman, keberhasilan seseorang tidak semestinya hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi. Ada tanggung jawab moral untuk turut membangun daerah asal, terutama dalam membuka kesempatan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas.
Alumni STAN tersebut memilih jalur swasta sebagai ruang pengabdian kepada umat melalui pengembangan yayasan pendidikan, pesantren dan pertanian. Pilihan itu mencerminkan pandangannya bahwa pembangunan masyarakat perlu dilakukan melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Gagasan investasi diaspora ini menjadi salah satu dorongan agar pembangunan Demak tidak hanya bertumpu pada program pemerintah. Partisipasi masyarakat, termasuk warga Demak yang sukses di perantauan, juga berpotensi menjadi kekuatan untuk mengembangkan ekonomi lokal.
“Dengan kolaborasi yang tepat, potensi diaspora diharapkan dapat dihubungkan dengan peluang usaha di kampung halaman. Dengan demikian, investasi tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi pelakunya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha masyarakat, dan mendorong pemerataan kesejahteraan di Kabupaten Demak,” pungkasnya. (Red).











