Ragam

KPK Dianggap Lakukan Pembusukan Terhadap Prabowo, Jika Tidak Segera TSK-kan Nusron Wahid

 

Oleh: Muslim Arbi (Pengamat Politik dan Hukum)

JAKARTA || Koranprogresif.id – KPK dianggap publik lakukan pembusukan terhadap pemerintahan Prabowo, jika saja tidak segera menetapkan tersangka dan menahan Nusron Wahid.

Mengapa publik bisa beranggapan demikian?

Dari rangkaian OTT pada 14 September terhadap Dirjen ATR/BPN, Kepala BPN Bogor dan Tangerang, Presdir Summarecon, Ketua DPP Golkar Bidang Hubungan Ormas, Fahd El Fouz Arafiq dan beberapa orang dekat Nusron Wahid ditemukan sejumlah bukti tak terelakkan.

– Pertama, Ditemukannya 20 Koper uang yang terverifikasi oleh KPK sekitar Rp 100 Milar lebih. KPK sendiri akui jumlah uang yang di sita terbesar dalam sejarah.

– Kedua, Uang tersebut di akui oleh Arief Sugiyanto, mantan Bupati Kebumen: Milik Nusron Wahid. Berita itu telah viral dan sudah di ketahui publik.

– Ketiga, Meski demikian KPK tidak segera menetapkan Nusron Wahid tersangka.

– Keempat, Saat Penggeledahan di Kantor ATR/BPN hanya ruang dirjen saja yang di gledah. Ruang kerja Nusron Wahid sebagai Mentri. Tidak digledah.

– Kelima, Saat ditanya media. Kenapa KPK tidak segera mentersangka Nusron Wahid? Jawaban KPK: OTT terbatas waktu nya.

– Keenam, Mengapa sudah ada bukti yang kuat dan jelas terkait uang 20 koper yang di akui Arief Sugiyanto sebagai milik Nusron Wahid. Kenapa KPK tidak segera tetapkan tersangka Nusron?

– Ketujuh, KPK masih beralibi mendalami pemeriksaan terhadap empat tersangka – orang dekat Nusron. Bahkan terendus kabar – Nusron sedang di sembunyikan oleh sebuah insitusi negara? Untuk di “atur” agar bisa lepas dari kasus ini?

– Kedelapan, Dari rangkaian peristiwa dan pola kerja KPK seperti itu. Publik menduga, ada upaya KPK lindungi Nusron. Dan jika benar kejadiannya, KPK dapat dianggap lakukan pembusukan agenda pemberantasan korupsi yang sedang di gencarkan oleh Presiden Prabowo.

Apakah itu yang di kehendaki KPK?
Pimpinan KPK lah yang menjawab hal ini.

Wallahu’alam

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock