Kunjungi Dapur Umum SPPG, Ketua PGSI: Makan Bergizi Gratis Paket Takjil, ada Kurma dan Susu

DEMAK || Koranprogresif.id – Setelah dilaunching akhir februari lalu, dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG) Rizki Barokah, tancap gas memberikan pelayanan kepada 3.711 siswa dan guru yang tersebar di 26 sekolah.
Hal itu disampaikan oleh ketua PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak, Noor Salim, didampingi oleh Ketua DPC PGSI Gajah, Khoirunnisa’ dan Ulfa Nikmatul, kepada sejumlah wartawan, usai mengunjungi Dapur Umum Rizki Barokah yang terletak di Desa Mlekang, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (10/3/2025).
“Hari ini kami mengunjungi dapur umum MBG, guna memastikan takjil ramadhan ada kurma dan susunya, serta paket makanan MBG, aman bagi anak anak kami. Alhamdulillah, MBG dapur umum Rizki Barokah bagus, menu berfariatif,” kata Salim.
Sekalipun bulan ramadhan, lanjutnya, pelayanan tetap jalan, namun diberikan dalam bentuk paket takjil berisi kurma, telur, pisang, snack dan susu, tambah Salim.
Lebih lanjut, pria penerima penghargaan tingkat ASEAN tersebut berpesan kepada SPPG, agar tetap memperhatikan kebersihan tempat agar steril dari lalat. “Agar tempat hingga proses pengolahan dijaga higienitas, tidak ada lalat yang beterbangan, karena tadi saya melihat lalat beterbangan, ini berpotensi menebar kuman ke makanan,” pungkas Salim.
*LAYANI 3.711 PAKET MBG*
Sementara itu, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Aulia Nur Rizki, menjelaskan bahwa, dapur umum yang dipimpinnya melayani siswa dan guru serta tenaga kependidikan sebanyak 3.711 dari 26 sekolah dan madrasah.
“Dapur umum Rizki Barokah, saat ini melayani 3.711 siswa dan guru yang tersebar di 26 sekolah dan madrasah baik swasta maupun negeri,” terang Rizki.
“Semua jenjang kami berikan pelayanan, mulai tingkat PAUD, RA, TK, SD, MI, MTs dan SMP, hingga SMA, MA dan SMK, bahkan sesuai amanat dari pimpinan BGN, agar guru dan tenaga kependidikan juga diberi MBG,” tambah Rizki.
Untuk itu, lanjutnya, kami berharap agar ibu bapak guru turut mendukung MBG dengan mengemasi panci ompreng tempat makan maupun tote bag bungkus paket takjil.
“Caranya adalah setelah dipakai siswa, ompreng dipacking per lima, jangan sampai ada ompreng atau tas yang hilang, nantinya akan diambilnya oleh pegawai SPPG,” pungkas Nur Rizki. (Red).


