Mahasiswa Semester 6 Prodi PBA STAI Yogyakarta, Adakan Outing Class di Kawasan Taman Kuliner Wonosari Gunungkidul

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta menggelar kegiatan outing class sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual, Kamis, 28 April 2026. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 6 ini berlangsung di kawasan Taman Kuliner Wonosari, Gunungkidul, mulai pukul 13.00 WIB.
Outing class tersebut mengintegrasikan tiga mata kuliah, yakni Bahasa Arab untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Haji, Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab, serta Model Pengajaran Bahasa Arab. Ketiganya dirancang dalam satu rangkaian aktivitas berbasis praktik lapangan yang menekankan pada keterampilan komunikatif, observasi langsung, serta pengembangan model pembelajaran yang adaptif terhadap situasi nyata.
Sekretaris Program Studi PBA STAI Yogyakarta, Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I. dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam konteks sosial yang riil, termasuk bagaimana bahasa Arab digunakan dalam layanan publik dan interaksi sehari-hari,” ujarnya.
Dalam mata kuliah Bahasa Arab TKI dan Haji, mahasiswa diminta mensimulasikan percakapan yang lazim digunakan oleh pekerja migran Indonesia di negara-negara Timur Tengah serta oleh jemaah haji. Mereka melakukan praktik dialog di ruang terbuka dengan skenario pelayanan, seperti di restoran, pusat informasi, dan situasi perjalanan. Aktivitas ini sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab secara spontan.
Sementara itu, pada mata kuliah Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab, mahasiswa melakukan observasi terhadap proses pembelajaran informal yang terjadi di lingkungan sekitar. Mereka menyusun instrumen evaluasi sederhana untuk menilai efektivitas metode komunikasi yang digunakan dalam praktik sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut kemudian didiskusikan secara kelompok untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dari pendekatan yang diterapkan.
Adapun dalam mata kuliah Model Pengajaran Bahasa Arab, mahasiswa ditantang untuk merancang model pembelajaran berbasis situasi lapangan. Dengan memanfaatkan dinamika di Taman Kuliner Wonosari, mereka mengembangkan skenario pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, seperti pembelajaran berbasis proyek dan simulasi interaktif. Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan mereka di hadapan dosen dan rekan mahasiswa untuk mendapatkan umpan balik.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain menjadi sarana pembelajaran, outing class ini juga memperkuat kerja sama antar mahasiswa serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Salah satu mahasiswa peserta mengungkapkan, kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas. “Kami bisa langsung praktik, merasakan tantangan nyata, dan belajar dari situasi yang tidak terduga. Ini sangat membantu kami memahami bagaimana mengajar bahasa Arab secara lebih efektif,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Prodi PBA STAI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Outing class diharapkan menjadi salah satu model pembelajaran alternatif yang mampu menjembatani antara teori dan praktik, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik bahasa Arab yang profesional dan adaptif. (MRM/Red).





