Menko Zulkifli Hasan masih Cawe-cawe di Kemendag?

Oleh: Muslim Arbi (INDAG WATCH)
JAKARTA || Koranprogresif.id – Setiap bulan Puasa, harga barang cenderung naik karena permintaan di pasar cenderung naik. Sementara pasokan barang cenderung terbatas.
Untuk menjaga stabilitas harga !! Perlu peran Pemerintah/Kemendag.
Importasi pangan untuk kebutuhan pada Bulan Puasa yang harus keluar pada Januari 2026. Nyata nya hingga sekarang belum keluar-keluar SPI nya seperti: Horti; a.l (bawang putih, bawang Bombay, anggur, jeruk, apel, lengkeng, dll) untuk memenuhi kebutuhan umat Islam Indonesia di bulan puasa tak pernah kunjung keluar SPI.
Keterlambatan ini ditengarai Mendag, Menko Pangan dan PAN, diduga ikut bermain. Dugaan Kepada para pengusaha yang sudah setor ke Partai akan maka izin nya di keluarkan, bagi yang tidak setor nasib izin nya terombang ambing. Ini merusak dunia usaha.
Kondisi ini sangat merisaukan masyarakat karena impor pangan untuk kebutuhan di bulan puasa, agar harga tidak cenderung naik bila pasokannya lancar.
Diantara tugas Mentri Perdagangan seharusnya:
1. Memantau pergerakan harga barang pangan/kebutuhan pokok di pasar-pasar.
2. Memastikan pasokan barang dari hulu/produksi hingga hilir/pasar dan tidak terganggunya matarantai pasokan/distribusi yang efisien.
3. Importasi pangan lainnya untuk kebutuhan puasa segera dialokasikan/SPI jangan di tahan-tahan Mendag/Menko Pangan untuk kepentingan Partai?
4. Rangkaian kebijakan pasokan barang DN dan impotasi menjadi penting untuk menciptakan stabilitas harga pangan di DN/Dalam Negeri.
5. Bila Mendag TIDAK bisa menstabilkan harga di pasar, sebaiknya di copot atau mundur dan bila Menko Pangan Zulkifli Hasan masih saja cawe-cawe Kemendag untuk pundi-pundi Partai? Seharus mundur atau di copot oleh Presiden. ***











