Moderasi Beragama di Indonesia, Warek III UIN Sunan Kalijaga Tekankan Peran Strategis Dosen dalam Membangun Toleransi

YOGYAKARTA || Koranprogresif.id – Isu moderasi beragama kembali menjadi sorotan dalam forum akademik, kali ini dalam sesi pelatihan yang diikuti para dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi swasta. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menjadi pemateri utama dalam sesi bertajuk “Moderasi Beragama di Indonesia” yang digelar pada Selasa (22 Juli 2025), pukul 13.30 WIB di University Hotel, Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diikuti oleh 200-an peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Indonesia Timur.
Dalam paparannya, Dr. Rozaki menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk.

“Moderasi beragama bukanlah upaya menyeragamkan keyakinan, tetapi sebuah jalan tengah untuk membangun harmoni sosial di tengah keberagaman. Dosen memiliki peran strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai moderasi ini kepada generasi muda melalui pendekatan yang inklusif dan edukatif,” jelas Dr. Rozaki di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa radikalisme dan intoleransi kerap tumbuh subur di ruang-ruang yang miskin literasi agama dan minim dialog. Oleh karena itu, dosen sebagai aktor pendidikan tinggi dituntut menjadi agen perubahan yang mampu menyemai nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.

Sesi ini disambut antusias oleh peserta PKDP. Salah satunya, KH. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I., menyampaikan kesannya terhadap materi yang disampaikan. “Paparan Dr. Rozaki membuka perspektif baru bagi kami, terutama dalam menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam materi ajar. Ini penting agar mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keagamaan yang inklusif,” ungkap Rofik, Pria Kelahiran Kotawali Demak.
Pelatihan PKDP ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas dosen pemula, tak hanya dari sisi pedagogik, tetapi juga pemahaman kebangsaan dan keagamaan yang seimbang. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen-agen moderasi yang menyebarkan semangat toleransi di lingkungan kampus dan masyarakat luas. (MRM/Red).











