Pelindo Terminal Petikemas – TPK Semarang dan BNNP Jawa Tengah, Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba serta Tes Urine Mendadak bagi Pegawai

SEMARANG || Koranprogresif.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Sub-holding Pelindo Terminal Petikemas – TPK Semarang melaksanakan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dan tes urine mendadak bagi pegawai sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kerja, Selasa (12/5).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Program P4GN TPK Semarang – BNNP Jawa Tengah dalam rangka pelaksanaan Program Kerja HSSE Tahun 2026. Program tersebut meliputi penyuluhan bahaya narkoba serta tes narkoba bagi pegawai guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan produktif.
Sebelum pelaksanaan tes urine, Kepala BNNP Jawa Tengah terlebih dahulu memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada jajaran pegawai TPK Semarang. Dalam penyuluhan tersebut, disampaikan berbagai materi terkait perkembangan ancaman narkoba, modus peredaran narkotika yang semakin kompleks, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan dan keselamatan kerja, hingga pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan narkoba.
Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H, M.H, menegaskan bahwa, penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi siapa saja, termasuk kalangan pekerja dan lingkungan profesional. Oleh karena itu, penguatan edukasi dan deteksi dini perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, menurunkan produktivitas kerja, bahkan mengganggu keselamatan dalam bekerja. Karena itu, kami mengajak seluruh pegawai untuk memiliki kesadaran bersama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan kerja agar tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.
Setelah kegiatan penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine mendadak yang diikuti oleh seluruh pegawai dan jajaran internal TPK Semarang sebanyak kurang lebih 350 orang. Pelaksanaan tes urine dilakukan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya membangun budaya kerja yang sehat, aman, disiplin dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada TPK Semarang yang secara rutin melaksanakan kegiatan tes urine sebagai bagian dari penguatan program P4GN di lingkungan kerja. “Kami mengapresiasi Sub-holding Pelindo Terminal Petikemas – TPK Semarang yang secara konsisten dan rutin melaksanakan kegiatan tes urine bagi pegawai. Ini menunjukkan adanya komitmen nyata perusahaan dalam menjaga lingkungan kerja tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kesadaran bersama dari seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan lingkungan kerja,” ujar Toton.
Beliau juga menegaskan bahwa, penguatan program P4GN di lingkungan kerja juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam aspek intensifikasi pencegahan dan pemberantasan narkoba, korupsi, judi dan penyelundupan.
“Lingkungan kerja harus menjadi ruang yang aman, sehat dan produktif. Ketika ada pegawai yang terpapar narkoba, dampaknya bukan hanya pada individu tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan kerja, kualitas pelayanan, bahkan citra institusi. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen bersama menjaga integritas dan profesionalisme,” tambahnya.
Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna (Bli Komang), menyampaikan bahwa, kegiatan penyuluhan dan tes urine merupakan bagian dari implementasi budaya kerja perusahaan yang menjunjung tinggi integritas, keselamatan, dan kesehatan kerja.
“Melalui sosialisasi bahaya narkoba hari ini, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai seremoni atau sekadar penyampaian materi semata. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh insan kerja mampu menerapkan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari, menjaga diri, saling mengingatkan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Karena keselamatan kerja dan masa depan perusahaan dimulai dari kualitas pribadi setiap insan di dalamnya,” ujar I Nyoman Sutrisna (Bli Komang).
Ia juga menegaskan bahwa, TPK Semarang memiliki komitmen kuat dalam mendukung Asta Cita pemerintah untuk menciptakan lingkungan kerja Bersih dari Narkoba (Bersinar), khususnya di sektor strategis pelabuhan dan logistik yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
“Terima kasih kepada BNNP Jawa Tengah atas sinergi dan pendampingan yang selama ini telah dilakukan dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Kolaborasi bersama BNN tidak hanya sebatas pelaksanaan tes urine, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan edukasi dan peningkatan kesadaran pegawai terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan awareness seluruh pegawai bahwa narkoba memiliki dampak yang sangat besar terhadap kesehatan, keselamatan dan masa depan,” lanjutnya.
Salah satu peserta kegiatan, Faizal Ridho Alfianto, selaku Officer HSSE, mengaku mendukung penuh pelaksanaan tes urine dan penyuluhan bahaya narkoba di lingkungan kerja karena dinilai memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai bahaya narkoba.
“Pelaksanaan tes urine hari ini berjalan dengan baik, tertib, dan menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Kegiatan ini cukup mendadak dan bersifat rahasia, namun menurut saya sangat penting dilakukan untuk menjaga kedisiplinan serta mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Menurut Faizal, program P4GN memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kesadaran pegawai terkait bahaya narkoba serta membangun budaya kerja yang lebih positif dan produktif. “Manfaat dari kegiatan P4GN adalah meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif, aman, dan produktif. Saya merasa kegiatan ini merupakan langkah positif dan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan serta keselamatan pekerja,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan pekerja, untuk menjauhi narkoba demi menjaga masa depan dan karier. “Pesan saya, jauhi narkoba karena dapat merusak masa depan, kesehatan, dan karier. Mari bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” tutupnya.
Melalui kegiatan penyuluhan dan tes urine tersebut, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, serta bersih dari narkoba menuju Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba). (Red).









