Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan, Bapas Cirebon dan Yayasan Baitul Ilmi Gelar Buka Puasa Bersama

CIREBON – Koranprogresif.id – Keluarga besar Griya Abhipraya Mega Mendung Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon bersama Yayasan Baitul Ilmi menggelar kegiatan silaturahmi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menguatkan Iman di Bulan Penuh Berkah”, diharapkan dapat mempererat kebersamaan antara jajaran staf jajaran maupun klien permasyarakatan.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar, lalu dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama serta buka puasa bersama dengan para staf jajaran dan klien permasyarakatan yang digelar di Kantor Bapas Kelas I Cirebon, Senin (9/3/2026).
Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Rony Kurnia, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara pembimbing kemasyarakatan (PK) Bapas dengan para klien pemasyarakatan.
“Pada hari ini kami bersilaturahmi dengan Yayasan Baitul Ilmi bersama Bunda Vivi. Ini untuk mengikat kebersamaan dan kekeluargaan antara teman-teman PK Bapas Cirebon dengan para klien,” ujar Rony usai acara
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan Bapas juga mengikuti berbagai agenda dari Kantor Wilayah, salah satunya kegiatan Safari Ramadan yang akan digelar di wilayah Ciayumajakuning, tepatnya di Lapas Indramayu dengan peresmian Pos Bapas Indramayu, yang saat ini masih berstatus pos pelayanan.
“Selain Indramayu, beberapa daerah seperti Majalengka, Kuningan, dan Kabupaten Cirebon juga masih memiliki Pos Bapas. Saat ini kami memiliki lima pos Bapas untuk memperkuat pelayanan kepada warga binaan di berbagai wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, Bapas Cirebon menghadapi tantangan besar dalam segi pelayanan, yang dimana untuk saat ini dengan terbatasnya jumlah Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang tersedia.
“Saat ini, hanya terdapat sekitar 38 PK yang harus menangani klien dari lima wilayah dengan jumlah mencapai 1.000 hingga 2.000 klien dewasa setiap tahun, belum termasuk klien anak,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Baitul Ilmi,
Hj. Fifi Sofiah, menyampaikan dukungannya terhadap program pembinaan yang dilakukan Bapas Cirebon.
Ia menyebut berbagai program pembinaan ke depan akan terus dikembangkan, baik dari sisi kepribadian, keterampilan, maupun pembinaan rohani bagi para klien.
“Kami juga merencanakan kegiatan expo hasil karya klien pemasyarakatan se-Jawa Barat. Rencananya Cirebon akan menjadi tuan rumah pada bulan April, melibatkan Bapas, Lapas, Rutan, Lapas Narkotika Gintung, serta Yayasan Baitul Ilmi,” ujar Fifi.
Dalam expo tersebut, masyarakat dapat melihat bahkan membeli berbagai hasil karya para klien, seperti kerajinan tangan, sablon, anyaman, hingga pembuatan furniture seperti meja dan sofa.
Salah satu klien Bapas Cirebon, Juliadi, mengaku merasakan manfaat dari pembinaan yang diberikan. Ia menilai Bapas sebagai lembaga yang memberikan pendampingan dan arahan positif bagi para klien.
“Setiap bulan kami wajib lapor. Selain absensi, kami bertemu dengan PK masing-masing dan mendapatkan pembinaan serta penyuluhan agar bisa menjalani kegiatan yang lebih positif ke depannya,” ungkap Juliadi, warga asli Cirebon.
Ia berharap pelayanan dan pembinaan dari Bapas Cirebon dapat terus ditingkatkan sehingga para klien mampu memperbaiki diri dan kembali berkontribusi positif di masyarakat. (Roni)







