Pergunu Kabupaten Cirebon Gelar Workshop, Fokus Program Nyata untuk Kesejahteraan Guru

CIREBON – Koranprogresif.id – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Cirebon menggelar workshop dengan rangkaian kegiatan dalam satu momentum yang padat dengan menggabungkan sejumlah agenda sekaligus, termasuk pelantikan pengurus.
Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon Jl. Kartini No.7, Kejaksan, Kec. Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (14/4/2026).
Adapun kegiatan tersebut meliputi halal bihalal, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-74 Pergunu, pelantikan pengurus, workshop pendidikan, serta agenda rapat kerja pengurus organisasi tingkat kabupaten masa khidmat 2025-2031.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, termasuk Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.
Ketua Pergunu Kabupaten Cirebon, Dasuki, menjelaskan bahwa konsep ini mengambil dari istilah Jawa yaitu “ngiris-ngiris”, yang menggambarkan pelaksanaan beberapa kegiatan dalam satu waktu.
“Ini istilah Jawa, ngiris-ngiris, karena ada beberapa kegiatan dijadikan satu momentum,” ujar Dasuki.
Ia mengatakan sekitar 50 guru dan kepala sekolah dari Dinas Pendidikan turut hadir, sementara dari lingkungan Kementerian Agama tercatat sekitar 120 guru. Total peserta mencapai sekitar 430 orang, melampaui kuota yang ditetapkan sebanyak 400 orang.
“Alhamdulillah yang hadir sekitar 430 orang, padahal kuota 400. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pergunu Kabupaten Cirebon juga melantik 22 kepengurusan tingkat kecamatan atau Pimpinan Anak Cabang (PAC). Selain itu, dilantik pula pengurus tingkat kabupaten (PC) sebagai struktur utama organisasi.
Secara kelembagaan, Pergunu telah terbentuk hampir di seluruh Indonesia.
Dasuki mengungkapkan, Pergunu Kabupaten Cirebon di tingkat Jawa Barat dinilai sebagai salah satu yang aktif dan berprestasi. Bahkan pada tahun 2023, organisasi ini berhasil meraih penghargaan tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, Pergunu Kabupaten Cirebon termasuk yang aktif. Kita juga punya inventaris, kendaraan operasional, bahkan tanah wakaf,” ungkapnya.
Ke depan, Pergunu Kabupaten Cirebon akan memfokuskan program pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan guru. Program tersebut berbasis pengembangan UMKM dan produk lokal daerah yang nantinya akan dikoordinasikan dan dipasarkan hingga ke luar daerah melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Saya ingin guru tidak hanya mengandalkan honor. Kita dorong punya usaha mandiri melalui UMKM dan produk lokal,” tegas Dasuki.
Selain itu, sektor pertanian dan peternakan juga menjadi perhatian. Program ini mencakup budidaya sayuran seperti sawi dan perikanan seperti ikan nila.
“Pertanian dan peternakan ini mudah dijalankan dan pasarnya jelas. Harapannya setiap guru punya home industry,” ujarnya.
Meski bersifat independen dan tidak terikat dengan partai politik tertentu, Pergunu tetap aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Pergunu ini independen, tapi tetap berkolaborasi dengan pemerintah untuk kemajuan bersama,” katanya.
Pergunu juga menargetkan peningkatan aktivitas organisasi yang lebih masif dan berorientasi pada aksi nyata. Dalam waktu dekat, organisasi akan menggelar rapat kerja (raker) serta evaluasi program.
“Kita tidak ingin hanya wacana. Harus banyak aksi nyata dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dari sisi sumber daya manusia, kepengurusan Pergunu Kabupaten Cirebon disebut telah disusun secara selektif dengan mayoritas berpendidikan tinggi.
“Kepengurusan sekarang kita seleksi, mayoritas sarjana, bahkan ada yang doktor. Kita tempatkan sesuai bidangnya,” jelas Dasuki.
Di bidang pendidikan, Pergunu turut mendorong penerapan kurikulum berbasis “CINTA” yang menggabungkan konsep deep learning dan pendidikan berbasis nilai.
“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan, bekerja sama dengan Kementerian Agama,” pungkasnya. (Roni)











