Mitra TNI

Peringatan Milad ke-106 Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution, Semangat Nasionalisme Dinyalakan Kembali

 

Jakarta || Koranprogresif.id, 15 Desember 2024 – Dalam rangka mengenang hari lahir Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution, Yayasan Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution bekerja sama dengan Yayasan Masjid Cut Meutia menggelar acara Milad ke-106 pada hari minggu 15 desember 2024 yang , bertempat di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini bertujuan untuk mengingat kembali semangat perjuangan dan nilai-nilai kepemimpinan beliau yang telah menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.

“ Ini acara 106 tahun miladnya opa yang sebenarnya tiap tahun kita adakan , kita juga pernah mengadakan di kampungnya Opa. Milad yang ke 106 bener benar kita buat , saya dan adik adik dan keluarga besar bikin milad ini “ jelas Eka Trisny Edyanti Nurdin cucu dari Dr. Abdul Haris Nasution kepada awak media (15/12/2024)

“ Dan Milad ini juga merupakan acara pertama yang dibuat olah Yayasan Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution setelah terbentuk Yayasan nya tahun lalu dan Yayasan ini banyak bergerak di bidang sosial jadi kita menerusakan apa yang opa ,oma dan ibu pernah jalankan ,jadi kita melajutkan nya “ tambah Edyanti

Sejarah Singkat Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution

Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution lahir pada 3 Desember 1918 di Desa Hutapungkut, Tapanuli Selatan. Pada awalnya, orang tuanya berharap agar beliau menjadi seorang guru. Namun, setelah menamatkan pendidikan di HIS dan HIK, beliau bergabung dengan dunia militer pada masa penjajahan Belanda dan menjadi bagian dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Nasution dikenal sebagai penggagas doktrin perang teritorial, yang kemudian menjadi strategi pertahanan utama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Beliau juga berperan penting dalam perjuangan mempertahankan Irian Barat dan menanggulangi ancaman dari PKI pada 1960-an. Meski menghadapi sejumlah peristiwa tragis, termasuk kehilangan putri kedua beliau, Ade Irma Suryani, dalam peristiwa G-30-S, Nasution tetap selamat dan terus berjuang.

Setelah pensiun, beliau lebih banyak menulis buku dan aktif dalam pendidikan hingga wafat pada 5 September 2000. Jenderal Nasution dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sebagai penghormatan atas segala jasanya kepada bangsa Indonesia.

Acara Milad ini diawali dengan sambutan dari keluarga yang diwakili oleh cucu pertama Jenderal Nasution, Ibu Eka Trisny Edyanti Nurdin. Selain itu, Bapak H. Benny Suprihartadi, Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, juga memberikan sambutannya. Dalam acara ini juga dilakukan pembacaan Ayat Suci Alquran, Yasin, Tahlil, serta doa yang dipimpin oleh pengurus masjid.
Di penghujung acara, diselenggarakan Tausiyah dengan tema “Keteladanan dan Nasionalisme” yang disampaikan oleh K.H. Dr. Sayid Qutub S.Th.I., M.Si., M.Pd., Al Hafizh. Tausiyah ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta meneladani perjuangan Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution dalam membela negara.
“Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan semangat perjuangan dan keteladanan Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution dapat terus menginspirasi generasi penerus bangsa” pungkas Edyanti.

(kim)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock