Ragam

“PESANGGRAHAN BERPIJAR” MENGUBAH MINYAK JELANTAH MENJADI NILAI EKONOMI DAN SOLUSI LINGKUNGAN

 

Jakarta || Koranprogresif.id, 21 Juni 2026 – Mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1SP menggelar program Community Development “Pesanggrahan Berpijar” untuk masyarakat Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Program ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah yang masih sering dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan. Melalui rangkaian kegiatan pra acara, acara utama, dan pasca acara yang akan diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di RPTRA Nusantara Ulujami, Jakarta Selatan. Masyarakat diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan minyak jelantah sekaligus mengenal potensinya sebagai bahan baku produk ramah lingkungan bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi, sabun dan biodiesel.

“Sebagai mahasiswa, kami ingin berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai guna dari minyak jelantah. Kegiatan kami ini didukung oleh Bank Sampah Akademi Kompos dalam penerapan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan,” ujar Chrisyella Cysile Tanada, Ketua Pelaksana

Pada pra acara, program ini diawali dengan kegiatan kampanye digital berbasis edukasi visual di media sosial. Selain itu, kampanye “Pesanggrahan Berpijar Goes To School” juga diadakan di SMK Perwira Jakarta dengan melibatkan lebih dari 70 siswa melalui edukasi interaktif guna membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak usia muda.

Melalui program imi, ” Pesanggrahan Berpijar ” diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman pasyarakat mengenal dampak dan potensi pengelolaan minyak jelantah, tetapi juga menginspirasi lahirnya  pengelolaan limbah yang mampu memberikan manfaat lingkungan maupun nilai ekonomi bagi masyarakat.

Puncak acara Pesanggrahan Berpijar berlangsung pada 21 Juni 2026 di RPTRA Nusantara, Ulujami, Jakarta Selatan. Diawali dengan konferensi pers, dilanjutkan dengan workshop pengolahan minyak jelantah bersama Bank Sampah Akademi Kompos, dan edukasi mengenai proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna serta berbagai hasil olahannya akan disajikan melalui area exhibition yang dikemas dalam berbagai zona kreatif.

(Red)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock