Pesona Budaya Betawi, Warnai Halalbihalal IKA SMA 3 Jakarta Angkatan 83

JAKARTA || Koranprogresif.id – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Graha Alawiyah, Jatiwaringin, Pondok Gede, pada Minggu (19 April 2026), yang dikemas dengan nuansa budaya Betawi.
Ratusan alumni angkatan 83 yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA 3 Jakarta angkatan 83 berkumpul bersama untuk merayakan momen halalbihalal.
Tahun ini, acara tersebut mengusung tema, “Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi di Hari yang Fitri.”
Nuansa budaya Betawi menjadi bagian yang tak terpisahkan, mengingat atraksi palang pintu ditampilkan saat tamu undangan datang.
Begitu pula camilan khas Betawi yang disajikan gratis oleh panitia menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan bazar UMKM.
Ketua IKA SMA Negeri 3 Teladan Jakarta Angkatan 83, Otty H. Chandra Ubayani, S.H, Sp.N, M.H, mengungkapkan bahwa, acara kumpul alumni ini bertepatan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Otty menyebutkan, acara halalbihalal ini juga dikemas dengan pemeriksaan kesehatan gratis dari PMI Jakarta Selatan. Kebetulan, Ketua PMI Jakarta Selatan, H. Mundari, S.IP, M.Si, merupakan alumni SMA 3 Jakarta yang juga sebagai ketua pelaksana acara ini.
Lebih jauh, Otty menyebutkan, dari total 400 orang alumni angkatan 83, sebanyak 100 orang telah meninggal dunia.
“Saat ini jumlah yang ada 300 orang, dan yang hadir dalam acara halalbihalal ini sebanyak 250 orang, sedangkan 50 orang lagi masih kami cari database-nya,” ungkap Otty.
Untuk menjaga kekompakan, Otty menekankan bahwa, meski jumlah anggota semakin berkurang, nantinya akan ditambah dengan melibatkan ahli waris dari anggota yang telah tiada. Ia juga mengapresiasi para alumni yang hadir.
“Alhamdulillah, tadinya banyak yang komplain lokasinya terlalu jauh untuk usia 60 tahun. Tapi mereka bisa sampai ke sini. Pastinya ada sesuatu yang menarik, apalagi ada adat Betawi palang pintu, sajian lagu, hingga pantun Betawi,” papar Otty.
Seluruh alumni kompak mengenakan baju adat Betawi, yakni Kebaya Encim untuk wanita serta Baju Sadariah dan Pangsi untuk pria.
“Ini sangat menarik. Seru kan? Dulu zamannya Abang None Jakarta sangat dikenal tahun 83, sekarang kita ini Abang None yang sudah tua,” tambahnya berseloroh.
Hal senada disampaikan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H, LL.M, yang juga sebagai tuan rumah acara.
“Ini usulan teman-teman. Ketua pelaksananya orang Betawi, saya juga orang Betawi, dan teman-teman sepakat. Akhirnya mengalir begitu saja,” ujarnya.
Dailami menyebutkan, kekompakan alumni 83 tetap terjaga hingga tahun 2026 melalui berbagai kegiatan rutin.
“Sebelum bulan puasa kita mengadakan pengajian untuk menyambut Ramadan, sekarang halalbihalal, nanti setelah ini tentu ada kegiatan lainnya,” ungkap Dailami.
“Jagalah kekompakan, silaturahmi itu sangat penting. Silaturahmi ini yang membuat kita berkah di dunia dan akhirat,” tutupnya. (Red).

