TNI Polri

Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel Amankan Arus Mudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

CIREBON – Koranprogresif.id – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447H/2026, Polresta Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/3/2026).

 

Apel tersebut dipimpin Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., didampingi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0620 Kab. Cirebon Letkol Inf Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P., dan Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Muniarto, S.I.K.,M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda Kab. Cirebon.

 

Operasi Ketupat Lodaya 2026 tersebut di gelar Selama 13 Hari, mulai dari tanggal 12 Maret 2026 – 25 Maret 2026.

 

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, mengatakan sebanyak 1.200 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

 

“Total ada sekitar 1.200 personel gabungan yang kita kerahkan, baik dari TNI, Polri maupun instansi terkait. Pagi ini kita sudah melaksanakan apel gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran,” ujar Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama kepada media.

 

Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polresta Cirebon menyiapkan 11 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, serta satu pos terpadu.

 

“Kita siapkan total 11 pos, baik pos pelayanan, pos pengamanan maupun pos terpadu yang berada di Kilometer 188 yang bergabung dengan rekan-rekan dari Korlantas dan dinas terkait,” jelasnya.

 

Kapolresta memprediksi bahwa puncak arus mudik di wilayah Cirebon akan terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026. Meski demikian, pergerakan kendaraan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa gelombang.

 

“Prediksi sementara, gelombang terdekat kemungkinan terjadi pada Sabtu (14/3/2026). Namun untuk saat ini kondisi arus lalu lintas masih terpantau normal,” katanya.

 

Terkait rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian juga akan melakukan pengaturan terhadap titik putar balik (u-turn) di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Cirebon apabila terjadi peningkatan volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

 

“kita akan melihat situasi di lapangan. Jika kondisi masih landai maka akan tetap normal. Namun jika terjadi peningkatan kendaraan dan menimbulkan kemacetan, maka u-turn akan kita tutup sesuai kebutuhan,” jelasnya.

 

Imara menambahkan, terdapat sekitar 30 titik u-turn di wilayah Kabupaten Cirebon yang berpotensi ditutup saat arus mudik.

 

“Kurang lebih ada sekitar 30 titik u-turn di Kabupaten Cirebon yang akan kita atur. Namun tidak semuanya ditutup, bergantung pada situasi dan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Roni)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock