Prof Ali Muktiyanto: Penanganan Persoalan Demak Harus Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA || Koranprogresif.id — Penanganan berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Demak membutuhkan langkah strategis yang komprehensif, terukur dan berkelanjutan. Upaya tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
Pandangan tersebut disampaikan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, M.Si, yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar dan Litbang Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN), dalam forum Daring *Rembuk Bintoro* bertajuk “Demak 2045, yang diadakan Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) dengan mengundang seluruh masyarakat Demak dimanapun berada, juga Perantauan dan umum, Minggu (11/10) pukul 19.30-21.00 Wib.
Menurutnya, penyelesaian persoalan Demak perlu dirancang melalui perencanaan yang sistematis, penentuan skala prioritas, serta pembagian program berdasarkan tahapan waktu yang jelas.
Ia menekankan, kompleksitas persoalan daerah tidak cukup diatasi melalui langkah-langkah parsial. Dibutuhkan keterpaduan kebijakan, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta arah pembangunan yang memiliki sasaran dan ukuran keberhasilan yang jelas.
“Langkah strategis harus disusun secara komprehensif dari hulu hingga hilir, terukur, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga Kabupaten Demak,” menjadi salah satu pokok pemikiran yang disampaikan Ali.
Menurutnya, tahapan berikutnya adalah menyusun skala prioritas dengan menetapkan program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pembagian tersebut diperlukan agar penanganan persoalan dapat berjalan secara sistemik dan sistematis, sekaligus memberikan kejelasan mengenai target yang hendak dicapai pada setiap tahap.
Program jangka pendek dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang mendesak, sedangkan program jangka menengah dan panjang perlu disiapkan untuk membangun solusi yang lebih mendasar dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang terstruktur, setiap program diharapkan saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
*Quick Win sebagai Pengungkit Perubahan*
Selain perencanaan berjenjang, Ali juga menyoroti pentingnya menetapkan program quick win atau program yang hasil awalnya dapat dirasakan dalam waktu relatif singkat.
Program tersebut diharapkan menjadi pengungkit perubahan sekaligus memberikan dorongan bagi pelaksanaan agenda pembangunan yang lebih luas. Penetapan quick win perlu diselaraskan dengan prioritas persoalan, kemampuan pelaksanaan, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Kehadiran program dengan hasil terukur juga dapat menjadi pijakan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan dan memperkuat koordinasi antarpihak. Dengan demikian, upaya penyelesaian persoalan Demak tidak berhenti pada perumusan gagasan, tetapi berlanjut pada langkah konkret yang dapat dipantau perkembangannya.
*Persoalan Demak Perlu Diangkat ke Tingkat Nasional*
Ali turut menekankan pentingnya publikasi dan penguatan kajian mengenai berbagai persoalan yang dihadapi Kabupaten Demak. Menurutnya, persoalan daerah perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas karena sejumlah tantangan pembangunan dapat berkaitan dengan kebijakan dan kepentingan nasional.
Publikasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai forum ilmiah dan diskusi kebijakan, seperti seminar, simposium, focus group discussion (FGD), hingga penyusunan kajian tematik.
Melalui forum-forum tersebut, persoalan Demak diharapkan dapat dibahas secara lebih mendalam dengan melibatkan akademisi, pemerintah, praktisi, dunia usaha, komunitas dan unsur masyarakat lainnya.
Kajian yang disusun secara terarah juga dapat menjadi landasan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan lapangan. Dengan begitu, pembahasan tidak hanya berfokus pada identifikasi masalah, tetapi juga mendorong lahirnya alternatif penyelesaian yang dapat dilaksanakan secara nyata.
Bagi Demak, pendekatan yang menggabungkan perencanaan terintegrasi, penentuan prioritas, program pengungkit perubahan, serta penguatan kajian publik dapat menjadi bagian penting dalam membangun arah penyelesaian persoalan daerah secara berkelanjutan.
Gagasan Ali Muktiyanto tersebut, menegaskan pentingnya menyatukan pemikiran, kebijakan, dan tindakan dalam satu kerangka kerja yang terukur. Kolaborasi lintas sektor, disertai perencanaan yang sistematis dan dukungan kajian yang kuat, menjadi elemen penting agar berbagai persoalan Demak dapat ditangani secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Red).











