HukrimNusantara

Proyek Jembatan Kali Cigomong Dipertanyakan?

Cianjur – koranprogresif.co.id – Desa Sirnajaya, Kecamatan Tanggeung, sumber dana Desa (DD) guna pembangunan jembatan kali Cigomong penghubung antara Cibeong-Pasirpin volume panjang 16 meter, lebar 1.5 meter, biaya Rp. 127 juta lebih, gelagar habim 200 lantai birdos, namun dipertanyakan masyarakat.

Pasalnya ada isu diborongkan karena yang mengerjakan luar Desa, dalam hal ini di ungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat kepada wartawan.

Sementara sejumlah tokoh masyarakat pada awak media, berkeinginan dalam pelaksanaan disesuaikan dengan hasil musyawarah, yang isinya ada pemberdayaan masyarakat, yaitu tenaga kerja oleh masyarakat Desa Sirnajaya. Ini malah sebaliknya diduga diborongkan ke pihak lain dengan terbukti pihak TPK tidak nampak dan sejumlah pekerja dari Kecamatan Cibinong, luar Kecamatan Tanggeung. Hal ini dibenarkan oleh keterangan sala satu Kawil Desa Kubang, tetangga Desa.

Masih keterangan sumber yang dapat dipercaya, kegiatan pembangunan jembatan kali Cigomong, sumber dana DD tahap 3 dan dalam rencana pada saat musyawarah tidak muncul buget nilai jumlah anggaran, sehingga tiba-tiba munculnya paska pencairan di nilai ada dugaan secara sengaja di mainkan oleh oknum Kades Sirnajaya, begitu juga RAB diduga di kerjakan bukan oleh pihak Desa melainkan orang luar.

“Nama-nama yang terlibat dalam kegiatan tersebut semestinya TPK Desa yang sebenarnya adalah bernama Ade Hidayat, TTPKD Sekdes bernama Agus dan Kepala Desa Airnajaya bernama RUSLAN, ada pendamping Desa serta tim Verifikasi Muspika Camat di dalamnya.

“Harapan masyarakat apapun kegiatan yang bersumber dari dana Desa atau dana lainnya yang sifatnya bantuan, pemerintah Desa harus terbuka dan sudah tidak lagi tertutup, karena masyarakat sudah tahu ada aturan hak publik dan hak masyarakat, sedangkan pemerintah sendiri yang menerangkan
bahwa masyarakat adalah sebagai pelaksana dan pengawasan bahkan serah terima pun harus dengan masyarakat,” tandasnya.

Namun sampai berita ini di turunkan, Kades dan TPK belum dapat di konfirmasi lantaran kantor Desa sudah tutup. (Agus Teguh).

Show More

Berita Lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock