Regenerasi SDM, Kelurahan Kesenden Gelar Sosialisasi Pelatihan Keagamaan

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Kelurahan Kesenden menggelar kegiatan sosialisasi pelatihan keagamaan yang berlangsung selama dua hari.
Program ini digagas sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terkait peningkatan pemahaman keagamaan, sekaligus meregenerasi kader yang mampu membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan warga.
Lurah Kesenden, Ruliyanto, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut mencakup tiga materi utama yang sering dibutuhkan masyarakat, yaitu pemulasaraan jenazah, zakat, dan tata cara penyembelihan hewan kurban.
“Ini merupakan kegiatan yang banyak diusulkan warga. Tujuannya untuk meregenerasi SDM di masyarakat agar ada yang bisa menjadi backup ketika orang yang biasa menangani kegiatan keagamaan berhalangan,” ujar Ruliyanto, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pihak kelurahan memiliki tanggung jawab bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kami penuhi secara bertahap. Intinya, bagaimana masyarakat bisa berdaya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 09 Kelurahan Kesenden, Dadang, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.
“Tentunya kami para ketua RW mengapresiasi program Pak Lurah. Menambah ilmu itu wajib selama kita hidup. Banyak warga yang mungkin belum paham soal ibadah dan tata cara keagamaan, sehingga kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan keagamaan semacam ini dapat menjadi penyegaran sekaligus penambah wawasan bagi warga yang sebelumnya belum memahami secara mendalam.
“Yang belum tahu jadi tahu, yang belum paham jadi paham. Semoga kemaslahatan umat bisa semakin dirasakan dengan kegiatan seperti ini,” katanya.
Ke depan, ia berharap pelatihan seperti ini dapat terus digelar untuk meningkatkan kualitas sikap dan pemahaman keagamaan warga.
“Di masyarakat tidak semuanya ahli agama. Karena itu kita harus sama-sama belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah,” pungkasnya. (Roni)








