Ragam

Satu Dasawarsa Kebangkitan Laskar Agung Macan Ali, Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Keluarga besar Laskar Agung Macan Ali Nuswantara memperingati satu dasawarsa kebangkitan organisasi dengan menggelar berbagai kegiatan sosial, budaya, dan tradisi leluhur. Puncak peringatan yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) tersebut dihadiri ratusan perwakilan Laskar Agung Macan Ali dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan peringatan 10 tahun kebangkitan organisasi ini bukan sekadar seremoni milad, melainkan momentum memperkuat soliditas, menjaga persaudaraan, serta meneguhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

 

Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak 15 hari sebelum acara puncak. Sejumlah kegiatan sosial digelar, mulai dari pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, santunan anak yatim, hingga pemasangan sambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

 

“Alhamdulillah, kami juga memberikan bantuan pemasangan sambungan listrik PLN berdaya 900 watt secara gratis kepada 20 rumah warga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik karena keterbatasan ekonomi,” ujar

 

Selain kegiatan sosial, keluarga besar Laskar Agung Macan Ali melaksanakan ziarah kepada para leluhur dan bersilaturahmi dengan para sesepuh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sejarah sekaligus menghormati nilai-nilai tradisi yang diwariskan para pendahulu.

 

Memasuki acara puncak, peringatan satu dasawarsa dimeriahkan dengan pergelaran seni budaya Nusantara. Berbagai kesenian tradisional ditampilkan, di antaranya tari-tarian, tari topeng, serimpi, debus, pencak silat, hingga kendang pencak.

 

Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan ikrar bersama dan prosesi mandi di Sumur Kejayaan yang berada di lingkungan Keraton Pakungwati Cirebon. Selanjutnya, rombongan melaksanakan ziarah ke Astana Gunung Jati, termasuk ke makam Ratu Ida Cakranirat yang dihormati sebagai sosok leluhur keluarga besar Laskar Agung Macan Ali.

 

Prabu Diaz menjelaskan, salah satu agenda utama dalam puncak peringatan tersebut adalah pengukuhan sekitar 48 panglima dari berbagai daerah di Indonesia. Para panglima yang dikukuhkan berasal dari Batam, Mataram, Palembang, Lampung, serta sejumlah kota di Pulau Jawa.

 

Selain pengukuhan panglima daerah, sejumlah divisi organisasi juga turut dikukuhkan, yakni Divisi Pengobatan Alternatif Macan Ali, Divisi Barisan Motoris dan Pengawalan Macan Ali, serta Divisi Badan Interaksi Seni Macan Ali.

 

“Dalam acara puncak ini, kami mengukuhkan sekitar 48 panglima dari berbagai daerah. Kehadiran perwakilan dari seluruh Indonesia menjadi bukti kebersamaan dan semangat keluarga besar Laskar Agung Macan Ali untuk terus menjaga persatuan,” ujarnya.

 

Ia berharap, memasuki usia satu dasawarsa, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara semakin solid dan mampu meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam kegiatan sosial, pelestarian seni budaya, serta menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

 

“Harapan kami, di usia 10 tahun kebangkitan ini, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara semakin kuat, solid, dan kompak. Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, menjaga kelestarian seni budaya Nusantara, serta melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” pungkasnya. (RN)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock