Nasional

Sebut Londo Ireng, FWK Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk Mengoreksi ucapannya

JAKARTA || Koranprogresif.id – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyesalkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyamakan wartawan dengan Londo Ireng, saat memberi sambutan dalam acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

 

Melalui keterangannya kepada wartawan, Jum’at (24/7), Raja Parlindungan Pane (Kordinator Nasional FWK) mengungkapkan, secara historis Londo Ireng adalah julukan pribumi Indonesia yang bekerja untuk kepentingan pemerintah kolonial Belanda untuk membunuh, memerangi, memusuhi dan menekan warga bangsanya sendiri demi kepentingan pribadi, golongan, maupun alasan ekonomis, politis.

 

“Julukan itu sangat tidak pantas, bahkan menghina, karena dalam sejarahnya wartawan Indonesia berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya ketika republik yang baru berdiri berusaha untuk dijajah kembali,” tandasnya saat menggelar Diskusi didampingi Hendry CH Bangun (Pendiri FWK) & Budi Nugraha (Sekretaris FWK).

 

Dijelaskannya, melalui pemberitaan untuk mendukung dan menyiarkan eksistensi Indonesia ke dunia internasional, bahkan ikut mengangkat senjata, nasionalisme wartawan tidak perlu dipertanyakan.

 

Berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 untuk menghimpun diri dan memperkuat dukungan pers bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah wujud patriotisme yang melekat dalam diri wartawan. Bukan penghianat, bukan Londo Ireng.

 

Pers yang bersikap kritis adalah sesuai tugas dan fungsi yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pers no 40 tahun 1999 dan menjadi kesepakatan bersama. Pers haruslah tetap melakukan kontrol sosial terhadap penyelenggara agar mereka bertugas sesuai peraturan dan perundang-undangan, demi Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

 

“FWK mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengoreksi ucapannya yang menyakiti hati wartawan dan media, untuk menjaga kondusifitas bangsa. Seluruh anak bangsa seharusnya diajak dan diikut-sertakan, diajak perpartisipasi dengan peran masing-masing untuk membangun Indonesia menjadi negara dan bangsa yang besar. Bukan dikecilkan atau dipinggirkan dengan alasan apapun,” pungkasnya. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock