Parlemen

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Herman Khaeron Tegaskan Pentingnya Nasionalisme

‎Kota Cirebon – Koranprogresif.id – Sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara di tengah pesatnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

 

Anggota DPR/MPR RI Herman Khaeron menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang di gelar di Wilayah Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (23/2/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DPR/MPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, dan didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon yang juga sebagai Sekretaris Demokrat Jawa Barat, Muhammad Handarujati Kalamullah. Kehadiran tokoh nasional asal Cirebon tersebut disambut antusias oleh warga dan para kader yang hadir.

‎Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Muhammad Handarujati, menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai fondasi menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan menjadi bekal utama agar masyarakat tetap kokoh menjaga persatuan di tengah dinamika global.

‎“Harapan kita tentunya dengan Empat Pilar kebangsaan ini bisa menambah wawasan kebangsaan kita sebagai warga negara Indonesia yang baik di tengah era globalisasi,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan kebanggaan atas kiprah Herman Khaeron sebagai putra daerah Cirebon yang kini menduduki jabatan strategis di tingkat nasional. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga Indramayu.

‎Sementara itu, Herman Khaeron, mengajak peserta untuk menengok kembali sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa bangsa ini pernah mengalami penjajahan selama 350 tahun oleh Belanda dan 3,5 tahun oleh Jepang, masa yang penuh penderitaan dan eksploitasi sumber daya alam.

‎“Seluruh kekayaan alam kita dikeruk untuk kepentingan negara penjajah. Tidak ada penjajahan yang membawa kemajuan bagi bangsa yang dijajah,” tegasnya.

‎Ia menuturkan, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa. Mulai dari lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, hingga momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang mempersatukan tekad pemuda Indonesia.

‎Perjuangan tersebut mencapai puncaknya pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Namun, setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, Indonesia masih harus menghadapi agresi dan pertempuran mempertahankan kemerdekaan, termasuk peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

‎Herman menegaskan, kebebasan yang kini dinikmati seperti kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat merupakan buah perjuangan yang harus dijaga dengan berpegang pada nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

‎“Kita bebas menyampaikan pendapat, tetapi kebebasan itu harus tetap berpijak pada nilai-nilai negara yang membuat Indonesia tetap berdiri tegak hingga hari ini,” pungkasnya. (Roni)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock