STAI Yogyakarta Adakan Workshop

GUNUNGKIDUL || Koranprogresif.id – Suasana Ruang Sidang Semu STAI Yogyakarta, Kamis siang, 9 April, tampak lebih hidup dari biasanya. Tepat pukul 12.30 WIB, para dosen dan jajaran pimpinan mulai memadati ruangan untuk mengikuti workshop bertajuk *“Sinergitas Sivitas Akademika STAI Yogyakarta: Penguatan Kolaborasi dan Kinerja Menuju Kampus Unggul.”*
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kelembagaan menuju kampus yang lebih kompetitif dan adaptif.
Acara dibuka langsung oleh Ketua STAI Yogyakarta dalam sambutan pembukanya. Ia menekankan pentingnya sinergi antarunsur sivitas akademika sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Menurutnya, kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kebersamaan, komunikasi yang intens, dan semangat saling menguatkan untuk mencapai keunggulan institusi,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi ruangan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekjen LPTNU PBNU Pusat, Ketua Tanfidziah PWNU DIY, Ketua Tanfidziah PCNU Gunungkidul, Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP), jajaran pimpinan kampus, termasuk Wakil Ketua I, II, dan III, seluruh dosen STAI Yogyakarta, serta Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul. Kehadiran lengkap unsur pimpinan ini memperlihatkan keseriusan institusi dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif.
Sebagai narasumber utama, Rektor UNU Sidoarjo hadir memberikan pemaparan yang menitikberatkan pada strategi penguatan tata kelola perguruan tinggi. Ia menyoroti pentingnya integrasi antara visi institusi dengan implementasi di tingkat program studi dan dosen.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan kampus unggul terletak pada konsistensi pelaksanaan program kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. “Kampus unggul bukan hanya soal akreditasi, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNU Pasuruan melengkapi perspektif dengan membahas pentingnya kolaborasi lintas institusi. Ia menekankan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi dapat membuka peluang besar, baik dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kurikulum.
Menurutnya, kolaborasi tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global. Ia juga mendorong para dosen untuk aktif membangun kemitraan strategis dan memperkuat budaya akademik yang produktif.
Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme para dosen terlihat jelas. Mereka aktif menyimak, mencatat, dan terlibat dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Beberapa dosen bahkan mengajukan pertanyaan terkait implementasi strategi kolaborasi di lingkungan STAI Yogyakarta.
Workshop ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi seluruh sivitas akademika. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi baru dalam meningkatkan kinerja dan kualitas institusi.
Menjelang akhir acara, suasana tetap hangat dengan diskusi ringan antar peserta. Workshop ini pun ditutup dengan harapan besar bahwa sinergitas yang telah dirintis dapat terus terjaga dan berkembang.
Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, langkah kecil seperti workshop ini menjadi pijakan penting menuju perubahan yang lebih besar. STAI Yogyakarta tampaknya sedang menata langkah, menuju kampus unggul yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berdaya guna. (MRM/Red.)





