TPJ 1, TPJ 7 & Pemasangan Pavling Program TMMD Ke-128, Dipastikan Tuntas

TRENGGALEK || Koranprogresif.id – Satgas TMMD ke-128 Kodim 0806/Trenggalek hampir menuntaskan pengerjaan Tanggul Penahan Jalan (TPJ) 1 dan 7. Sasaran fisik TMMD di Desa Sukorejo itu progresnya telah mencapai 97 persen.
“Hingga saat ini pembuatan TPJ 1 sudah mencapai 97 persen. Alhamdulilah sedikit lagi selesai,” kata Danton Letda Inf Wibisono Nyotoharjo.
TPJ 1 yang terletak di samping rumah Kateni, warga RT 52 RW 25 Desa Sukorejo nantinya berfungsi untuk mencegah tanah longsor, menjaga stabilitas, serta mencegah jalan amblas.

Letda Wibisono memastikan konstruksi ini memastikan keamanan akses jalan, menahan beban di atasnya dan melindungi badan jalan dari erosi akibat air hujan. “Jadi keberadaannya semakin menguatkan posisi bangunan jalan,” tegasnya.
Selanjutnya pembangunan jembatan ini tidak termasuk sasaran fisik. Karena posisinya ada di TPJ 7 jadi ikut dilakukan pengecatan.
Letda Wibisono menjelaskan, setelah pengecatan selesai, dipastikan pengerjaan tuntas 100 persen. “Alhamdulilah pengerjaan TPJ 7 selesai. Rasanya Lelah yang kita rasakan selama ini terbayar tuntas dengan selesainya pengerjaan proyek program TMMD ke-128 ini,” jelasnya.

Tanpa kenal lelah, Personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0806/Trenggalek melanjutkan Pemasangan paving sepanjang 452 meter yang kini sudah mencapai progress 95,58 persen. Kondisi ini semakin membuat personel Satgas dibantu warga bekerja lebih semangat demi menuntaskan pekerjaan tersebut.
Komandan Kompi (Danki), Kapten Inf Edi Priyanto menyatakan. pemasangan paving bagian dari perbaikan infrastruktur Desa. Perbaikan menjadi prioritas karena sebelumnya kondisi akses warga masih berupa tanah merah, sehingga sulit dilalui terutama saat musim hujan.
“Kondisi ini kerap menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk mobilitas ekonomi dan Pendidikan,” ungkap Kapten Edi Priyanto.
Melalui program TMMD, jalan lingkungan tersebut kini mulai ditata untuk kemudian dipasang paving block agar lebih rata dan kuat. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI bersama warga setempat.
Suasana gotong-royong terlihat jelas di lokasi, di mana anggota Satgas TMMD dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari proses perataan tanah hingga pemasangan paving dilakukan secara bersama-sama.
Perbaikan akses jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga saat beraktivitas. Selain itu, akses yang lebih baik juga membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat Desa.
Salah satu warga setempat, Mbah Jumadi menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jalan tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pavingisasi yang membuat akses menjadi lebih mudah dilalui.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah memperbaiki jalan ini. Sekarang kami lebih mudah beraktivitas, baik untuk bekerja maupun keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan adanya perbaikan jalan melalui program TMMD ke-128 ini, diharapkan kualitas infrastruktur di Dusun Nglayur semakin meningkat. Ke depan, masyarakat dapat menikmati akses yang lebih baik serta mendukung kelancaran berbagai kegiatan di lingkungan Desa.
Untuk diketahui, pada gelaran TMMD ke-128 sasaran fisik selain TPJ di 8 titik, ada peningkatan jalan sepanjang 777 meter dan lebar 2,5 meter. Kemudian, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), di antaranya TNI Manunggal Air di lima titik, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 9 unit, penghijauan, pembagian paket anak stunting, ketahanan pangan, pembersihan fasilitas umum.
Sedangkan sasaran nonfisik dengan terselenggaranya delapan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan berupa, sosialisasi wawasan kebangsaan (Wasbang) dan bela negara (Belneg), sosialisasi gulbencal, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi UMKM berbasis IT, sosialisasi membangun Desa wisata, sosialisasi kesehatan hewan, sosialisasi pencegahan stunting.
Kemudian empat kegiatan pelayanan umum berupa, pengobatan masal, pelayanan posyandu, pembuatan SIM dan perpanjangan STNK dan pelayanan Pendidikan. Juga ada dua kegiatan pelatihan dan edukasi berupa pelatihan gulbencal dan pembuatan pupuk organik. Selain ada dua kegiatan sosial berupa pembagian sembako atau paket stunting dan penanaman pohon, serta pemutaran film perjuangan. (Red).








