Ulama dan Aktivis: Pemerintah Batalkan PT. ORMAT TECHNOLOGIE INC

JAKARTA || Koranprogresif.id – Serangan Israel bersama sekutunya Amerika Serikat terhadap Republik Revolusioner Islam Iran, memantik sikap tegas terhadap kepentingan negara Yahudi dan AS di berbagai belahan dunia terutama Indonesia.
Indonesia diminta mengevaluasi kembali kemitraan dengan perusahan – perusahan yang terafiliasi dengan Israel, Negara Yahudi itu.
Salah satunya, kalangan ulama dan aktivis di Indonesia mendesak pemerintah Prabowo – Gibran, membatalkan PT. Ormat Technologie Inc melalui Bendera PT. Ormat Geothermal Indonesia, pemenang lelang proyek energi panas bumi atau Geothermal Talaga Rano, di Kabupaten Halmahera Barat.
Melalui keterangannya, Senin (2/3), Muslim Arbi menegaskan, perusahan Yahudi yang beroperasi di seluruh dunia termasuk PT. Ormat Geothermal Indonesia di proyek panas bumi di indonesia baik di Sulawesi Tengah maupun Maluku Utara menyetorkan sebagian pendapatan ke Israel, negara Yahudi. Dana itu, beber Muslim Arbi, selain digunakan membiayai pembangunan juga termasuk membangun alutsista untuk kepentingan perang termasuk perang terhadap bangsa Palestina dan sekarang ini Iran.
“Itu premis yang tak terbantahkan, Indonesia harus mengevaluasi kembali kemitraan dengan perusahan – perusahan yang terafiliasi dengan sistem ekonomi Israel,”ujar Muslim Arbi tegas.
Ketua Gerakan Perubahan Indonesia itu, mengingatkan Pemerintah indonesia agar memperhatikan semangat konstitusi yang mengharamkan hubungan diplomatik dengan Israel.
Muslim menekankan bahwa, langkah pragmatis ekonomi tidak sampai menggerus jati diri bangsa yang sesuai dengan konstitusi bangsa UUD 1945.
“Jangan asal cari duit, sampai lupa diri sebagai sebuah bangsa berdaulat yang memiliki falsafah dan konstitusi dasar,” tukas dia.
Sebelumnya, kalangan ulama menyatakan menolak kehadiran PT. Ormat Geothermal Indonesia dengan alasan konstitusi dan solidaritas terhadap bangsa Palestina, apalagi negara Yahudi itu masih terus menganeksasi wilayah Gaza dan menolak Kemerdekan negara Palestina.
Sikap penolakan juga datang dari HMI cabang Ternate yang mendesak Gubernur Maluku Utara menolak kehadiran PT. Ormat Geothermal Indonesia. HMI menilai, pengelolaan Talaga Rano sebagai energi panas bumi merampas hak ekologis masyarakat.
Menurut HMI, Talaga Rano adalah jantung kehidupan Halmahera Barat. Ia bukan sekedar danau vulkanik, tetapi sumber air bersih, ruang hidup masyarakat adat, penopang pertanian dan benteng terakhir keseimbangan ekologis. Namun saat ini terancam oleh kepentingan industri panas Bumi yang melibatkan korporasi PT. Ormat Geothermal Indonesia.
“Mereka menyebutnya transisi energi, kami menyebutnya ancaman terhadap ruang hidup,” tegas HMI Cabang Ternate.
Muslim Arbi mengapresiasi sikap HMI cabang Ternate yang menolak kehadiran PT. Ormat Geothermal Indonesia ini sebagai sebuah sikap yang berbasis moral kepada masyarakat dan bangsa.
“Apresiasi buat adik – adik HMI Cabang Ternate,” pungkasnya. (Red).


