Usai Dikeluhkan Warga, 8 Armada dan Satu Alat Berat Diterjunkan Tangani Sampah di TPS Warung Asem Talun

Cirebon – Koranprogresif.id – Persoalan sampah di TPS Warung Asem di Jalan Soekarno, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, akhirnya mulai teratasi. Sampah yang sempat menggunung sejak libur Lebaran Idulfitri mulai diangkut pada Senin (6/4/2026).
Penanganan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dengan mengerahkan delapan armada dump truk serta satu unit alat berat guna mempercepat proses pembersihan di lokasi tersebut.
Aktivitas pengangkutan sempat berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi yang mengalami perlambatan. Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian dari Polsek setempat diterjunkan untuk melakukan pengaturan kendaraan.
Camat Talun, Agus Alamsyah, menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Ia memastikan seluruh sampah yang diangkut akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sesuai prosedur yang berlaku.
“Penanganan hari ini berjalan lancar berkat kolaborasi DLH dan DPUTR,” ujarnya.
Ia menegaskan, setelah proses pembersihan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPS dengan melibatkan unsur desa, kecamatan, serta masyarakat.
“Ke depan, pola pengangkutan dan pengelolaan TPS akan kami benahi agar lebih efektif dan tidak terjadi penumpukan kembali,” katanya.
Di sisi lain, Kuwu Desa Kecomberan, Mastur Hidayat, mengungkapkan bahwa TPS tersebut selama ini berada di bawah pengelolaan DLH. Namun, keterlambatan pengangkutan beberapa waktu terakhir menyebabkan volume sampah meningkat dan menimbulkan bau tidak sedap.
Menurutnya, tingginya volume sampah yang masuk bukan hanya dari warga sekitar, melainkan dari luar wilayah seperti Kecamatan Beber serta adanya aktivitas dari pelaku usaha rumah makan yang membuang sampah di lokasi tersebut.
Ia menekankan, kedepan diperlukan adanya pengangkutan sampah yang lebih rutin, bila perlu setiap hari.
“Minimal setiap hari harus ada pengangkutan agar tidak kembali menumpuk seperti ini, karena volume sampah disini cukup tinggi,” ujarnya.
Pemerintah desa juga berencana melakukan penataan area TPS, termasuk pemasangan pagar di sekitar lokasi guna mencegah pembuangan sampah di luar area yang telah ditentukan.
Sementara itu, Ketua RW 07 Perumahan Puri Cirebon Lestari, Yeyet Nurhayati, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam menangani persoalan sampah tersebut. Ia menilai bantuan armada dan alat berat sangat membantu proses pembersihan yang selama ini dinantikan warga.
Ia mengungkapkan, kondisi sampah sebelumnya sangat mengganggu warga, terutama saat hujan karena air resapan dari TPS menimbulkan bau menyengat hingga masuk ke lingkungan permukiman.
“Setiap pagi yang tercium bukan udara segar, tapi bau sampah. Apalagi saat hujan, kondisinya semakin parah,” katanya.
Yeyet berharap pembersihan dilakukan hingga benar-benar tuntas. Ia juga mendukung rencana pemagaran lokasi agar pembuangan sampah lebih tertib.
“Harus dibersihkan sampai selesai. Nanti akan dipagar supaya masyarakat membuang sampah di satu titik saja,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya telah menyiapkan program pengelolaan sampah melalui karang taruna. Program tersebut akan fokus pada pemilahan sampah serta pengembangan ekonomi kreatif.
“Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah plastik bisa dijual. Kalau dikelola dengan baik, sampah itu bisa bernilai ekonomi,” jelasnya.
Program tersebut direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat sebagai bentuk komitmen menghadirkan perubahan nyata di lingkungan.
“Karang taruna tidak boleh hanya sekadar nama, harus ada aksi nyata ke depan,” pungkasnya. (Roni)






