Ajuan Anggaran 12 Milliar Ketuk Palu DPRD Kabupaten Sukabumi Cuma 9 Milliar, Sisa 3 Milliar Lagi Tidak Jelas?

SUKABUMI || Koranprogresif.id – Beberapa staf karyawan/karyawati di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (red-DP3A), Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Buka suara, pasalnya untuk mencapai tugas dan kinerja para penyelenggara negara di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini belum bisa maksimal.
“Karena anggarannya 3 Milliar lagi tidak jelas, sehingga kinerjanya juga tidak maksimal,” ungkapnya pada awak media yang tidak mau dicantumkan namanya.
Diungkapkan beberapa staf, kalau pihak dinas ini setiap tahunnya, sering mengajukan anggaran dalam MUSRENBANG yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan tugas DP3A. “Misalnya, untuk tahun anggaran 2024 yang lalu, kami mengajukan anggaran sebesar 12 Milliar lebih, mungkin karena DP3A ini bukan salah satu instansi penghasil DEVISA atau PENDAPATAN DAERAH, atau salah satu instansi yang bergerak dalam konstruksi dan infrastruktur,” ucapnya.
Lanjutnya lagi, pengajuan anggaran 12 Milliar lebih, ternyata anggaran tersebut oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (red-DPRD) Kabupaten Sukabumi, diketuk palunya hanya 9 Milliar lebih untuk satu tahun, sudah termasuk untuk gaji pegawai sekitar 6 Milliar. “Jadi, sisa 3 Milliar lagi NGE-GANTUNG, jelas tidak akan cukup,” tandasnya pada awak media.
Menurutnya, DP3A Kabupaten Sukabumi keberadaannya memang sangat berbeda dengan dinas atau instansi lainnya, seperti dengan Dinas Sosial atau Badan Penanggulangan Bencana Alam. “Sayangnya untuk mencapai tugas dan kinerja para PENYELENGGARA NEGARA di Dinas DP3A ini belum bisa maksimal. Karena anggarannya juga tidak maksimal,” ujarnya.
Diakuinya, seringkali kami merogoh kocek sendiri atau patungan, dalam menjalankan tugas yang sangat EMERGENCY. “Meskipun ada sisa pos anggaran di bidang lain atau untuk perbaikan BANGUNAN KANTOR yang atapnya roboh, beberapa waktu lalu kami terpaksa patungan,” katanya. (Agus Teguh/Aki Yunus).










