Aksi Nyata Peduli Guru, Slamet Berikan Sepatu Pantofel dan Ratusan Handuk Kepada Guru PGSI

DEMAK || Koranprogresif.id – “Guru tidak jadi beban negara, sebaliknya gurulah yang berjasa penuh untuk mencerdaskan anak bangsa, dengan mewujudkan SDM Indonesia melalui pengajaran yang tulus tak kenal lelah”.
Demikian disampaikan oleh H. Fahrudin Bisri Slamet, SE, Wakil Ketua DPRD kabupaten Demak dan selaku pembina PGSI Kabupaten Demak, saat menyampaikan materi Focus Grup Discussion (FGD) bersama ratusan guru Anggota PGSI Kabupaten Demak dari 14 Kecamatan, dan perwakilan petani serta UMKM, yang digelar di Gading View Cafe, Bukti TVRI, Rabu (20/8/2025).
Dalam acara tersebut, hadir pula legislator DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Partai PDIP, Denny Nurcahyanto, SE, serta jajaran pengurus DPD PGSI Kabupaten Demak.
Usai penyampaian materi FGD, FBS, panggilan akrab Fachrudin Bisri Slamet, menyerahkan puluhan sepatu kulit pantofel kepada para guru pengurus DPD PGSI dan para ketua DPC PGSI. Sedangkan ratusan handuk ekslusif diberikan kepada para guru dari jenjang RA/TK, SD/MI, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, Pondok Pesantren hingga PKBM dan Guru Madin.
“Penyerahan Sepatu dan Handuk ini, sebagai bentuk hormat dan apresiasi kami pada Bapak/Ibu guru dan Kiyai yang telah mengabdi untuk mendidikan generasi masa depan,” kata FBS yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Demak.
Hingga kini, lanjutnya, kesejahteraan guru masih kurang mendapat perhatian, terlebih bagi guru non ASN, maka karya dan perjuangannya menjadi bentuk perhatian kami rekan rekan DPRD FPDIP, sebab guru adalah faktor penting dalam membangun bangsa ini, pungkas Slamet.
Sementara itu, Noor Salim, selaku Ketua PGSI Kabupaten Demak, menyampaikan terimakasih atas kepedulian dan perhatian dari FBS, yang tak henti hentinya dari tahun ke tahun.
“Ucapan terimakasih dan do’a kami para guru kagem pak FBS, yang selalu memberikan perhatian bagi teman-teman guru yang tergabung di PGSI Demak, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai anggota maupun pimpinan DPRD Demak,” pungkas Salim. (Red).











