Pemerintahan

Berkat Sistem Gotong-Royong, BPJS Kesehatan Berhasil Masuk Nominasi Nobel Perdamaian 2025

JAKARTA || Koranprogresif.id – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengapresiasi & menyambut positif bahwasannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berhasil masuk dalam Nominasi Nobel Perdamaian 2025. Hal ini dikarenakan sukses menerapkan nilai gotong-royong dalam memberikan akses layanan kesehatan dan menciptakan perdamaian sosial serta stabilitas masyarakat.

“Nilai gotong-royong menjadi fondasi utama sistem jaminan sosial kesehatan di Indonesia. Melalui konsep ini, masyarakat kini dapat saling membantu tanpa membedakan status ekonomi. Dulu ada ungkapan, it’s forbidden for the poor to fall sick. Sekarang kami ubah jadi, for the poor, if they fall sick, it’s forbidden to pay, selama mereka peserta aktif BPJS Kesehatan,” ujar Ghufron melalui video daring yang dikirim ke Wartawan, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan, Indonesia justru berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam waktu hanya 10 tahun. Di mana pencapaian itu luar biasa dibandingkan negara-negara maju.

“Jerman butuh 127 tahun untuk mencapai 85% populasi terjamin, sementara Indonesia bisa dalam satu dekade,” lanjutnya.

Keberhasilan itu juga diapresiasi oleh Prof. Mike Hardy dari Centre for Peace and Security, Coventry University, Inggris melalui video daring. Ia menilai, sistem BPJS Kesehatan layak dinominasikan untuk Nobel Perdamaian.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia membangun sistem kesehatan inklusif menunjukkan bagaimana soft power berbasis solidaritas dapat menciptakan perdamaian sosial. “BPJS sukses menumbuhkan kepercayaan publik. Ketika warga percaya negara hadir melindungi mereka, maka kedamaian akan tumbuh,” ujar Hardy.

Di sisi lain, Indonesia tengah berada di posisi teratas Global Flourishing Index versi Harvard University, karena fokus pada kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat, bukan semata pertumbuhan ekonomi.

Menurut Hardy, sistem BPJS Kesehatan inilah yang memberi rasa aman dan keyakinan bagi masyarakat bahwa mereka tidak akan dibiarkan sendirian saat sakit. “Inilah makna perdamaian yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sekadar informasi, saat ini lebih dari 2 juta layanan kesehatan dilakukan setiap hari melalui sistem BPJS Kesehatan. Angka itu disebut naik signifikan dari 252 ribu saat awal berdiri pada 2014. (Red).

 

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock