Bocah 9 Tahun di Cirebon Diduga Diculik, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

CIREBON – Koranprogresif.id – Kasus dugaan penculikan yang menimpa seorang bocah berinisial KA (9) membuat geger warga Kota Cirebon, penanganan kasus ini saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian apakah benar kasus tersebut merupakan aksi penculikan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) di Kawasan Jembatan Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon kini dalam penanganan serius pihak kepolisian.
Dalam kasus ini, Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota telah berhasil mengantongi ciri-ciri hingga identitas terduga pelaku.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Reskrim AKP Adam Gana mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan setelah keluarga korban melakukan laporan.
“Betul, korban dan keluarganya sudah membuat laporan resmi kepada kami. Kasus ini masih dalam penyelidikan. Untuk pelaku, kami sudah mengantongi ciri-ciri dan identitasnya,” ujar AKP Adam Gana kepada wartawan, Rabu sore, (8/4/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi penculikan. Hingga saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Masih lidik, masih kita dalami dulu. Dugaannya, ini masih dugaan penculikan,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, AKP Adam Gana, pihaknya menduga pelaku hanya satu orang dan merupakan warga Cirebon.
“Satu orang pelaku, dan diduga merupakan warga Cirebon,” ungkapnya.
Terkait kondisi korban, AKP Adam menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan visum terhadap korban. Namun, hasil pemeriksaan medis tersebut masih belum keluar karena prosesnya dilakukan pada hari yang sama dengan pelaporan pada hari Rabu (8/4/2026).
“Korban sudah dilakukan visum. Saat ini kami masih menunggu hasilnya karena kejadian dan laporan dilakukan hari ini juga. Anggota kami masih terus melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Kasus ini sempat membuat heboh, setelah korban dilaporkan hilang pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum dinyatakan hilang, korban terakhir terlihat warga di sekitar jembatan Kesunean saat dibonceng oleh seseorang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor, setelah diduga diiming-imingi uang.
Setelah beberapa hari dilaporkan hilang, korban ditemukan pada Rabu dini hari (8/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban diantar oleh seseorang menggunakan sepeda motor diduga pelaku dan diturunkan di lokasi yang sama, yakni jembatan Kesunean.
Setelah ditemukan, korban didampingi perangkat Kelurahan Kasepuhan dan orang tua mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon Kota, Rabu siang (8/4/2026).
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kasepuhan, Carsita, mengatakan bahwa korban dibawa oleh pria tak dikenal menggunakan sepeda motor
“Dari keterangan awal korban, ia mengaku sempat dibawa ke sebuah rumah di wilayah Mundu. Selama dalam penguasaan pelaku, korban diduga mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik dan dugaan tindak asusila. Hal itu terlihat dari kondisi korban yang kedua kakinya sempat diikat, serta adanya bekas luka di bagian pergelangan kaki,”katanya.
Usai ditemukan, Carsita menyebutkan, korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kesunean.
“Korban dilaporkan menghilang sejak hari Senin (6/4/2026) dan flayer pencairan orang hilang pun sudah beredar. Korban dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota guna menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut. Korban juga dilakukan pemeriksaan visum,”sebutnya.
Carsita menambahkan, pelaku berciri-ciri berbadan gemuk dan berambut pendek.
“Kalau usianya tidak diketahui. Tapi menurut korban pelaku badannya gemuk dan berambut pendek. Korban katanya disekap di sebuah rumah di Mundu,”pungkasnya. (Roni)



