Opini

Eggi dan DHL, Amunisi Baru Jokowi Melawan Roy Suryo DKK?

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan, Koordinator Indonesia Bersatu dan masih Ketua TPUA)

 

JAKARTA || Koranprogresif.id – Melihat peta pertempuran dalam kasus dugaan Ijazah Palsu Jokowi memasuki tahun 2026, ini semakin seru saja.

 

Karena pihak Roy Suryo dan kelima teman-nya yang di nyatakan tersangka oleh Polda Metro Jaya semakin mendapat dukungan kekuatan. Baik dari sisi hukum maupun dukungan publik.

 

Pengadilan Negeri Surakarta pada tanggal 13 Januari Lalu menghadirkan dua saksi Fakta yang bikin dengkul Jokowi dan para termulnya semakin ketar-ketir.

 

Mantan Wakapolri, Komjen Oegroseno dan Rudjito memberikan kesaksian tentang Ijazah Jokowi yang di klaim nya dari UGM semakin tak terbantahkan. Artinya klaim Jokowi itu dengan sistem peradilan di PN Surakarta dalam sidang CLS – Citizen Law Suit oleh Bangun Sutoto dan Kawan-nya itu semakin mendekati pembuktian kalau klaim Ijazah Asli Jokowi akan terbantahkan.

 

Bisa jadi melihat jalan persidangan dan suasana persidangan, dimana Jokowi sendiri sesumbar akan hadir di Pengadilan dan akan membawa Ijazah Aslinya itu ternyata malah mangkir alias tidak berani hadir di Pengadilan.

 

Apakah karena rasa ketakutan karena PN Surakarta semakin menelanjangi kebenaran klaim ijazah UGM-nya atau faktor apa? Maka, Jokowi dan tentunya para termul-nya mencoba mengubah strategi peperangan.

 

Nampak-nya yang bisa di dekati atau mungkin karena track record Eggie Sudjana sudah masuk dalam catatan Jokowi dan termul-nya. Akhir-nya Eggie pun berhasil dipertemukan dengan Jokowi bersama DHL.

 

Setelah pulang dari bertemu Jokowi, Eggie-pun cepat-celat memecat sejumlah rekan setianya: Muslim Arbi DKK dari TPUA. Padahal Muslim Arbi DKK itu selama ini adalah kawan seiring dan sejalan dalam perjuangan membela Ulama dan aktivis (TPUA) tanpa kenal lelah dan penuh pengorbanan.

 

Setelah itu pun, Eggie pun dalam salah satu video menyerang balik Roy Suryo dengan tuduhan Sok Jagoan.

 

Meski Eggie Sudjana yang di temani DHL itu konon seperti Musa dan Harun menemui Firaun. Dengan tujuan mau menasehati, tapi nampak-nya ini hanya alasan yang di cari-cari saja.

 

Eggie yang selama ini di kenal publik paling keras serang Jokowi, malah ber balik memuji – muji-nya.

 

Sikap Eggie itu sebagian teman-nya anggap Eggie telah menjadi termul juga.

 

Meski ada rumor uang Ratusan Triliunan untuk “membeli” Eggie, meski susah di buktikan. Karena mana ada pencuri yang mau teledor untuk membuat terbongkar kejahatan-nya. Tentu-nya itu pasti akan di tutup rapat tentu-nya.

 

Tetapi dengan sikap Eggie yang balik menyerang Roy dkk dan juga memecat para Pejuang TPUA, itu cukup menjadi indikasi kuat, Eggie dan tentu DHL telah di “beli” oleh Jokowi.

 

Meski dengan cara “membeli” Eggie dan bisa jadi Eggie berbalik menyerang Roy dkk dan memecat Para Aktivis Utama TPUA, Jokowi akan tetap ketar-ketir dan deg-degan karena Proses mengadili Ijazah Jokowi sedang berjalan dan Jokowi kini telah menjadi publik enemy.

 

Lagu Eggi Durjana yang di tonton puluhan ribu orang itu bisa jadi ungkapan ekspresi publik atas sikap menyebrang Eggie ke Kubu Jokowi

yang sulit dimengerti akal waras.

 

Apalagi status Eggie dan DHL telah di SP3 oleh Polda. Publik anggap itu sebagai taktik busuk Jokowi untuk mengadu domba para pejuang kebenaran dalam mengungkap kebohongan soal Ijazah Palsu selama ini. SP3 Eggie dan DHL itu malah mendapat kritikan tajam dari Doktor M Taufik, Pakar Pidana Solo.

 

Jadi percuma saja. Dengan “membeli” Eggie dan juga DHL sekalipun kasus Ijazah Palsu UGM akan tetap terbongkar dan Publik tidak mau menerima kebohongan Jokowi yang selama ini di tutup rapat dengan kekuasaan yang di genggamnya selama sepuluh ini.

 

“Apabila telah datang kebenaran, maka kebathikan akan segera musnah”. ***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock