Fitrah Malik Beri Pemahaman Proses Penyaluran Aspirasi Warga saat Reses

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra, Fitrah Malik berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses penyaluran aspirasi dalam kegiatan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan reses yang digelar di salah satu kafe di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (16/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fitrah Malik menegaskan bahwa kegiatan reses ini adalah untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II Lemahwungkuk sekaligus menjadi sarana tali silaturahmi untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
Menurutnya, pertemuan tersebut lebih difokuskan pada pengumpulan usulan masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.
“Proses ini kan sudah sering dilakukan. Jadi hari ini lebih kepada kita bersilaturahmi, menjalin hubungan yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Saya meminta kepada kawan-kawan yang hadir untuk mengusulkan hal-hal yang menjadi persoalan masyarakat yang bisa kami perjuangkan,” ujar Fitrah.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut tidak dibuka sesi tanya jawab secara langsung. Aspirasi yang disampaikan warga akan diinventarisasi terlebih dahulu untuk kemudian dibahas dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.
“Tadi tidak membuka sesi tanya jawab, tinggal diinventarisir nanti disampaikan. Yang penting kita bersilaturahmi. Alhamdulillah acaranya juga bertepatan dengan bulan Ramadan, jadi kita bisa sekaligus berbuka puasa bersama,” katanya.
Fitrah menambahkan, aspirasi yang dihimpun dalam reses kali ini merupakan usulan untuk program pembangunan tahun 2028. Sementara untuk tahun 2027, sebagian besar usulan sudah masuk dan dalam tahap proses.
Ia menyebutkan bahwa usulan masyarakat untuk tahun 2027 masih didominasi kebutuhan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, saluran air, hingga BPJS.
“Untuk 2027 kebanyakan masih seperti biasa, jalan, saluran, infrastruktur. Selain itu ada juga urusan BPJS yang masih kita proses, termasuk persoalan rumah ambruk yang masih kita tanyakan kembali apakah programnya akan dilanjutkan atau tidak,” jelasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun secara maksimal sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kota Cirebon. (Roni)







