Jelang Mudik Lebaran 2026, Wali Kota Cirebon Ramp Check Bus di Terminal Harjamukti

CIREBON – Koranprogresif.id – Sebagai upaya untuk memastikan kesiapan armada menjelang arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap sejumlah bus di Terminal Harjamukti Kota Cirebon, Rabu (11/3/2026).
Ramp check tersebut dilakukan bersama Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi administrasi kendaraan, kelayakan fisik bus, serta kesiapan pengemudi yang akan melayani penumpang selama masa angkutan Lebaran.
“Hari ini kami melakukan ramp check dalam rangka angkutan Lebaran bersama Kapolres Cirebon Kota dan Kepala Dinas Perhubungan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, baik administrasi maupun kondisi fisik bus, semuanya dalam kondisi baik,” ujar Wali Kota kepada awak media.
Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut terdapat tiga unit bus yang diperiksa, yang terdiri dari dua bus reguler dan satu bus pariwisata. Selain kendaraan, kondisi kesehatan dan kesiapan pengemudi juga turut diperiksa.
“Dari hasil pengecekan, kondisi bus maupun pengemudinya dalam keadaan baik. Artinya seluruhnya layak untuk melayani angkutan Lebaran,” katanya.
Ia juga menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan kendaraan atau pengemudi yang tidak memenuhi standar keselamatan, maka pemerintah bersama kepolisian tidak akan mengizinkan kendaraan tersebut untuk beroperasi.
“Jika ditemukan masalah pada pengemudi maupun kendaraannya, tentu tidak akan kami izinkan beroperasi demi keselamatan dan keamanan para penumpang,” tegasnya.
Edo menambahkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 120 armada bus yang disiapkan untuk melayani penumpang dari Cirebon menuju berbagai daerah dengan tujuan antar kota dan antar provinsi.
“Kami menyiapkan sekitar 120 armada untuk melayani masyarakat, baik warga Kota Cirebon maupun masyarakat dari daerah lain yang akan bepergian melalui Cirebon,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan armada transportasi, Pemerintah Kota Cirebon juga terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran.
“Perbaikan jalan di Kota Cirebon terus kami lakukan hingga H-2 Lebaran. Sebagian besar sudah selesai, meskipun masih ada beberapa titik yang masih dalam proses pengerjaan,” ungkap Edo.
Terkait kondisi penerangan jalan umum (PJU), Edo juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap sekitar 60 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan di jalur nasional, provinsi, maupun kota.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait agar PJU yang mati dapat segera diperbaiki, sehingga jalur yang dilalui pemudik lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Menurutnya, untuk pengaturan lalu lintas di jalan tol terkait kemungkinan penerapan sistem one way, pihaknya akan mengikuti arahan dari Korlantas Polri.
“Untuk rekayasa lalu lintas di jalan tol, kami tetap mengikuti instruksi dari Korlantas. Kemarin juga sudah dilakukan rapat lintas sektoral terkait kemungkinan penerapan sistem one way dan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk jalur arteri Pantura, kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah antisipasi guna mengurangi potensi kemacetan.
“Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi beberapa titik U-turn di jalur arteri Pantura agar tidak terjadi crossing kendaraan yang bisa memicu kemacetan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepadatan lalu lintas kemungkinan akan terjadi di jalur bypass dalam kota, mengingat meningkatnya volume kendaraan selama masa arus mudik.
“Kepadatan tentu tidak bisa dihindari karena volume kendaraan meningkat. Namun pada prinsipnya kami berupaya agar arus lalu lintas tetap mengalir dan tidak terjadi kemacetan total atau stuck,” tambahnya. (Roni)







