Ragam

Milangkala ke-5 Payung Suci, Warga Sumedang di Cirebon Perkuat Solidaritas dan Kontribusi untuk Kota Cirebon

Cirebon – Koranprogresif.id – Suasana hangat penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai peringatan Milangkala ke-5 Paguyuban Payung Suci, yang digelar di salah satu gedung pertemuan di Jl Pemuda, Minggu (11/1/2026).

 

Perayaan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas warga perantauan asal Sumedang yang bermukim di Kota Cirebon, sekaligus meneguhkan komitmen paguyuban dalam berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Kota Udang.

 

Ketua Payung Suci Cirebon, Dani Jaelani, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan lima tahun organisasi yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa Payung Suci terus berkembang menjadi wadah yang solid dalam bingkai kekeluargaan dan kebersamaan.

 

“Alhamdulillah, memasuki usia lima tahun, Payung Suci semakin kuat dan solid. Fokus kami adalah mengimplementasikan nilai Pancawaluya sebagai perwujudan semangat Ngahiji, Ngajadi, dan Ngabakti. Nilai-nilai filosofis ini harus dijunjung tinggi di mana pun kami berada, baik sebagai masyarakat maupun pejabat publik,” ujar Dani.

 

Acara Milangkala ini turut dihadiri Sri Radya Keraton Sumedang Larang, Rd. H. Ikik Loekman Soemadisoeria, serta seorang Ratu dari Filipina yang dikenal sebagai tokoh penggerak kemanusiaan internasional.

 

Dani menjelaskan, kehadiran para tamu kehormatan tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan jati diri Payung Suci sebagai paguyuban yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan toleransi.

 

“Kami sampaikan bahwa meskipun berasal dari Sumedang, kami memegang teguh prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kami bangga dapat berkiprah dan berkontribusi di Kota Cirebon,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan salam hormat serta permohonan maaf dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang berhalangan hadir karena tengah menjalankan agenda kemanusiaan.

 

Tak sekadar perayaan budaya, Payung Suci juga menyampaikan gagasan strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kota Cirebon. Dani mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat terkait rencana penataan kawasan Kebumen sebagai Titik Nol Kilometer Kota Cirebon.

 

“Harapan kami dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon. Kawasan Kebumen berpotensi dikembangkan menjadi ikon baru kota, sekaligus destinasi wisata olahraga dan sejarah karena beririsan langsung dengan kawasan Kanoman,” jelas Dani.

 

Melalui semangat kolaborasi dan kebersamaan tersebut, Payung Suci berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Kota Cirebon semakin berdaya saing tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai kearifan lokal. (Roni)

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock