Nasional

Prioritaskan Produksi Nasional, Jangan Korbankan Tenaga Kerja Indonesia

JAKARTA || Koranprogresif.id – Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India dengan nilai transaksi sekitar Rp24,66 triliun.

 

Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah kondisi industri otomotif nasional yang saat ini masih memiliki kapasitas produksi memadai.

 

Industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis nasional yang memiliki rantai pasok luas, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dan melibatkan ribuan perusahaan komponen serta UMKM.

 

Demikian disampaikan Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, SE dalam keterangan Press tertulisnya pada Media, Senin (23/2).

 

ASPIRASI menilai bahwa:

1. Jika kapasitas produksi nasional mencukupi, maka kebijakan impor dalam jumlah besar berpotensi mengurangi kesempatan kerja dan menekan produktivitas industri dalam negeri.

2. Dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh pekerja pabrikan, tetapi juga oleh pekerja di sektor komponen, logistik, dan usaha kecil menengah yang menjadi vendor.

3. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka urgensi dan dasar perhitungan ekonomi dari kebijakan impor tersebut.

 

Mirah memberikan saran kepada pemerintah untuk:

– Mengutamakan produk dalam negeri dalam setiap pengadaan berskala besar.

– Memastikan kebijakan perdagangan tidak mengorbankan tenaga kerja nasional.

– Melibatkan perwakilan serikat pekerja dalam dialog kebijakan industri strategis.

 

“Sebagai organisasi pekerja nasional, ASPIRASI berkomitmen mengawal kebijakan ini demi menjaga keberlangsungan industri nasional dan perlindungan tenaga kerja Indonesia,” pungkasnya. (Red).

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock