Nasional

SDM Unggul dan Inovasi Digital Jadi Penentu Daya Saing Maritim Nasional

 

Jakarta || 16 April 2026 – Transformasi digital yang kian masif mendorong sektor maritim Indonesia untuk berbenah. Penguatan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan percepatan adopsi teknologi menjadi faktor penentu dalam menjaga daya saing industri di tingkat nasional maupun global.

Hal ini mengemuka dalam forum nasional yang mempertemukan para praktisi maritim yang tergabung dalam Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin) di Jakarta, Kamis (16/4), yang menyoroti urgensi peningkatan kompetensi SDM seiring perubahan lanskap industri.

Dewan Pengawas, Dr. Chandra Motik Yusuf, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang harus direspons secara strategis oleh seluruh pelaku sektor maritim.

“Perubahan yang terjadi hari ini bukan bersifat gradual, tetapi disruptif. Jika SDM kita tidak dipersiapkan secara serius, maka kita akan tertinggal. Di sinilah pentingnya membangun SDM maritim yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan perubahan,” tegas Chandra.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan penguatan budaya profesionalisme dan integritas di dalam industri.

“Keunggulan sektor maritim ke depan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi oleh kualitas manusianya. SDM yang unggul akan menjadi pembeda utama dalam memenangkan persaingan,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Pembina, Leon Muhammad, menekankan bahwa digitalisasi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai tambah di sektor maritim.

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, teknologi tidak akan berarti tanpa SDM yang mampu mengoperasikan dan mengembangkannya,” ujar Leon.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas tantangan industri ke depan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara pelaku usaha, regulator, akademisi, dan komunitas profesional untuk membangun ekosistem maritim yang tangguh dan berdaya saing global,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan kapasitas SDM harus dibarengi dengan keterbukaan terhadap inovasi dan perubahan.

“Adaptasi adalah kunci. Siapa yang cepat beradaptasi dengan teknologi dan perubahan, dia yang akan memimpin,” tambah Leon.

Forum ini juga menyoroti pentingnya arah kebijakan yang konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan kompetensi praktisi maritim, pemanfaatan teknologi digital dalam operasional industri, serta penguatan kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.
Ke depan, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga soliditas dan integritas, serta mendorong lahirnya kepemimpinan yang visioner guna memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock