Opini

Susanah si Pengupas Bawang, Bagian dari Desain Mengacaukan situasi?

 

Oleh: Muslim Arbi (Pengamat Politik)

JAKARTA || Koranprogresif.id – Susanah si Pengupas Bawang. Mendadak heboh. Nama-nya mendadak viral. Setelah disebut nama-nya oleh Presiden Prabowo saat pidato pada 14 Agustus lalu di depan Sidang MPR.

Setelah Presiden pidato Susanah, berpenghasilan Rp 700 ribu per kg dari kupas bawang. Jagat maya heboh. Meme dan komen nyinyir di mana-mana. Rakyat banyak pun ramai-ramai menertawan presiden. Bahkan ada beberapa tulisan sebutkan Presiden sakit jiwa dan tidak pantas jadi Presiden.

Pada saat peringatan 17 Agustus di Aceh dan Papua bergolak. Sehari setelah 17 Agustus di peringati di Istana, Mahasiswa Jaket kuning demo di Jakarta.

Sebelum-nya Presiden jadi bulan-bulan karena dalam pidato lontarkan istilah Londo Ireng. Londo Ireng-pun jadi gorengan. Padahal itu kritikan kelakukan sebagian anak bangsa yang kelakuan-nya mirip penjajah Belanda.

Dalam kesempatan podcast dengan seorang youtuber di Bogor 3 Agustus lalu di sebuah resto di Bogor. Saya mendapat info dari si Youtuber tersebut.

Dia bilang: Bang Nanti ada skenario untuk jatuhkan Prabowo saat pidato di bulan Agustus memperingati kemerdekaan. Di buat pidato yang di baca Prabowo akan bikin Rakyat marah, sehingga rakyat akan ramai-ramai turun ke jalan untuk protes ke Presiden. Bahkan saat itu. Presiden akan di paksa turun karena rakyat sudah tidak percaya lagi. Kalau dilihat dari kasus kupas bawang di Pidato Presiden itu. Bisa jadi info soal rencana Agustus itu benar.

Nah, dari pidato Presiden yang sebut Susanah pengupas bawang yang gajinya Rp 700 ribu per kg itu, apa bisa dianggap sebagai bagian dari skenario mendelegitimasi Presiden Prabowo? Lalu akan di susul dengan kemarahan rakyat dan juga mahasiswa seperti 1998?

Tetapi Komgidi sudah bikin klarifikasi untuk luruskan pidato Presiden soal Susanah. Yang benar itu pendapatnya Rp 700 per kg dari kupas bawang.

Sudah demikian ketakutan kah para Londo Ireng di negeri ini, sehingga berbagai desain murahan pun di lakukan untuk mendelegitimasi Presiden?

Nampaknya beberapa Kekuatan destruktif yang sering di sinyalir beberapa tokoh belakangan ini sangat panik dan ketakutan jika Presiden Prabowo semakin menunjukkan pencapain kerja pemerintahan dalam 2 tahun ini. Para Konglo Hitam ketakutan, juga Genk Solo dan antek-anteknya. Sehingga berbagai desain norak dan murahan pun di paksakan di lakukan.

Bagi yang berakal sehat dan waras. Semakin geli menyaksikan drama segelintir orang-orang itu.

Kenapa tidak bikin gerakan cerdas dan smart. Jika ingin mencintai bangsa ini? Kok Gaduh melulu yang di produksi? Apa gerakan kalian tidak capek?

Bikin gerakan kok gak waras itu loh? Hehehe. ***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock