Wakil Wali Kota Apresiasi LPM Kesambi dalam Upaya Penurunan Stunting

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id –
Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program kolaboratif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan sosialisasi stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita stunting dan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) yang berlangsung di Baperkam RW 09 Situgangga, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Selasa (2/9/2025).
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mengapresiasi langkah nyata Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Kesambi dalam gerakan sosial penurunan stunting. Kegiatan ini diwujudkan melalui pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta sosialisasi gizi di beberapa titik wilayah Kesambi.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 55 paket bantuan dibagikan, terdiri atas 49 paket untuk keluarga dengan anak stunting dan 6 paket bagi ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK). Aksi ini mendapat dukungan langsung dari Ketua LPM Kesambi, Muhamad Yani, yang dinilai berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat.
“Gerakan sosial seperti ini sangat luar biasa. Ada pembagian PMT, sosialisasi gizi, program orang tua asuh, hingga gerakan one day one egg. Semua ini bentuk kolaborasi untuk menekan angka stunting di Kota Cirebon,” ujar Siti Farida.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa akan terus diperluas, termasuk di wilayah Majasem yang masih mencakup enam RW. Dukungan juga diberikan oleh perangkat pemerintah, mulai dari lurah hingga camat di wilayah Kesambi.
Menurutnya, target penurunan stunting di Kota Cirebon harus dicapai secara gotong royong. Pemerintah menargetkan pada tahun 2029 angka stunting turun hingga 5 persen.
“Alhamdulillah, penurunan sudah signifikan. Dari 30 persen kini menjadi 14,9 persen. Tahun 2026 ditargetkan bisa turun lagi ke angka 13 persen. Insya Allah dengan kolaborasi semua pihak, target ini bisa tercapai,” tambahnya.
Selain PMT, program lain yang berjalan adalah Gemar Makan Ikan (Gemarikan), pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja, hingga edukasi gizi dari usia remaja, pranikah, hingga masa kehamilan.
“Pemerintah Kota Cirebon hadir melalui TP3S (Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting) untuk memastikan tidak ada lagi stunting baru di Kota Cirebon,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua LPM Karyamulya, Muhamad Yani menjelaskan bahwa paket bantuan yang disalurkan dipilih dengan memperhatikan kandungan gizi tinggi, seperti protein hewani dari telur dan lele, hasil koordinasi dengan tim gizi.
“Ke depan, rencananya bantuan akan diperluas ke wilayah Majasem. Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan para donatur, dan tentu kami berharap juga dukungan dari pemerintah untuk menjangkau seluruh sasaran,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi melalui sosialisasi sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
“Yang paling penting sebenarnya adalah edukasi. Karena proses pemulihan stunting tidak bisa instan, tidak cukup hanya beberapa hari makan bergizi. Harus dimulai sejak dini, bahkan dari calon pengantin, agar saat hamil hingga melahirkan mereka sudah memiliki pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang,” tegasnya.
Pemkot Cirebon terus mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam gerakan percepatan penurunan stunting. Kolaborasi dari hulu ke hilir, mulai dari remaja hingga keluarga muda, diyakini mampu menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. (Roni)






