Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di Rumah Sakit Ternama di Cirebon, Korban Anak Dibawah Umur

CIREBON – Koranprogresif.id – Telah terjadi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat rumah sakit (RS) terhadap pasien yang yang dirawat disalah satu rumah sakit (RS) di wilayah kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Kejadian ini terjadi pada tanggal 21 Desember 2024, dan baru dilaporkan oleh pihak korban kepada Polres Cirebon Kota pada Seni, 5 Mei kemarin.
Untuk korban ini berinisial S (16), dan terduga pelaku berinisial DS (31) yang bertugas sebagai perawat RS tersebut.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar mengatakan,
Bahwa pihaknya masih mengumpulkan alat-alat bukti dan keterangan saksi agar kasus tersebut cepat terungkap.
“Yang datang melapor adalah ibu dari korban pada 5 Mei kemarin, kejadian yang terjadi pada 21 Desember 2024 lalu atas dugaan pelecehan seksual yang terjadi di sebuah rumah sakit di Cirebon,” ujar Kapolres dihadapan awak media, (10/5/2025).
Kapolres menegaskan, pihaknya untuk saat ini masih mengumpulkan alat-alat bukti dan saksi, mengingat kejadian ini sudah berlangsung cukup lama.
“Kejadian sudah beberapa bulan, sehingga kita bakal fokus untuk mengumpulkan alat-alat bukti maupun keterangan saksi. Yang jelas kita tidak akan memberikan ruang toleransi terhadap hal-hal seperti ini (Pelecehan), sangat di luar kewajaran,” tegas Kapolres.
Dari kronologi awal korban dirawat 6 hari dari tanggal 20-26 Desember 2024, dan kejadian itu terjadi pada tanggal 21 Desember.
Untuk itu, pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi dan hari ini akan memeriksa 2 orang saksi tambahan terkait kasus tersebut.
“Kami terus mengumpulkan bukti-bukti, dimana kasus ini masih kita lihat dan dalami, memang karena kita lihat dari korban anak ini ada sedikit ketergangguan bicara. Kami akan bekerja semaksimal mungkin, dan tidak akan memberikan ruang bagi hal seperti ini, terlebih korban masih dibawah umur,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, tim penyidik masih melakukan investigasi, kemudian melakukan pendalaman untuk mengumpulkan bukti-bukti kejadian ini mengingat kejadian ini sudah lama terjadi.
“Jadi untuk investigasinya kami membutuhkan waktu, kami akan profesional dalam mengungkap kasus ini yang memang kejadian ini sudah lama terjadi,” tambahnya. (Roni)



