Keaslian Ijazah Jokowi di Lindungi Kekuasaan? Karena Tidak Dapat Dibuktikan?

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu)
JAKARTA || Koranprogresif.id – Jika saja ijazah Jokowi itu memang benar dan asli, maka kekuasaan tidak perlu melindunginya.
Perlindungan kekuasaan itu terlihat saat Bambang Tri yang menulis Buku Jokowi Undercover 1 dan 2. Mestinya Buku di jawab dengan buku. Kalau memang benar Ijazah Jokowi yang di tuduhkan palsu, itu di bantah dengan buku. Dengan keaslian Ijazahnya, maka fakta data dan sejarah sekolah Jokowi dari SD, SMP, SMA hingga UGM dengan mudah di buktikan berdasarkan riwayat hidup dan riwayat pendidikan termasuk riwayat kuliahnya.
Jika semua itu benar dan asli, maka Jokowi akan menulis atau meminta orang lain untuk menulis buku. Dan tidak perlu memenjarakan Bambang Tri dan juga Gus Nur sampai tahunan mendekam di penjara.
Dengan memenjarakan Bambang Tri dan Gus Nur dalam kasus Ijazah Jokowi dan tudingan terhadapnya adalah cara melindungi diri dengan kekuasaan dan berupaya untuk menyembunyikan hal yang sebenarnya terkait dengan pendidikan dan riwayat hidupnya Joko Widodo.
Ternyata dengan memenjarakan Bambang Tri dan Gus Nur dalam tudingan riwayat hidup dan riwayat pendidikannya melalui tangan – tangan kekuasaan, karena saat itu Jokowi masih berkuasa. Seolah mengirim pesan agar siapapun jangan sampai mengusik soal riwayat hidup dan pendidikan Jokowi.
Roy Suryo, Rismon dokter Tifa (Trio RRT), alumni asli UGM terusik soal klaim Jokowi alumni UGM. Lalu Trio bertiga lakukan penilitian dan menyorot dari sisi forensik dan gestur fisik ditambah dengan gugatan-gugatan ke Pengadilan oleh Eggie Sujana DKK.
Tetapi nampaknya kekuasaan saat ini, toh masih berupaya untuk melindunginya. Sehingga Roy DKK dan Eggie dkk itu di tetapkan tersangka dan di cekal keluar negeri.
Meski demikian, perjuangan Doktor M Taufik dan Kawan-kawan di Solo yang terus lakukan gugatan di Pengadilan di Solo, secara pelan untuk mengusut dan menguji terus soal klaim Ijazah Jokowi ini.
Hotman Paris Hutapea mengeluh. Dia diminta agar jangan ikut campur dalam kasus Ijazah Jokowi sebagaimana viral di medsos yang menghebohkan publik.
Menjadi pertanyaan. Kalau memang benar riwayat hidup dan riwayat pendidikan Jokowi itu benar dan asli. Mengapa harus melindungi semua itu dengan kekuasaan dan penekanan pemenjaraan dan mentersangkakan sejumlah pihak yang mempertanyakan soal Ijazah Jokowi?
Kalau benar riwayat hidup dan pendidikan Jokowi itu asli. Tuliskan buku untuk menjawab buku-buku yang sudah beredar.
JOKOWI UNDERCOVER SATU DAN DUA. Karya Bambang Tri JOKOWI’S WHITE PAPER KARYA ROY, RISMON DAN DOKTER TIFA serta Buku yang di tulis oleh RIZAL FADILAH.
Dan tidak perlu lah melindungi keaslian Riwayat Hidup dan Riwayat Pendidikan JOKOWI termasuk oleh Prabowo. Karena meski dilindungi sekuat apa pun. Emas Palsu tidak dapat dikatakan Asli. Apalagi Ijazah. Kalau Palsu akan tetap Palsu. ***








