Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

Oleh Hanif Nurcholis (Guru Besar Universitas Terbuka)
JAKARTA || Koranprogresif.id – Jokowi memperlihatkan ijazahnya di PN Jakarta Timur. Apakah tindakan itu sudah menjawab pertanyaan ini: apakah gambar yang diunggah Dian Sandi di X merupakan salinan dari lembar ijazah yang diperlihatkan Jokowi di persidangan?
Dalam ilmu logika, pertama-tama kita harus menetapkan objek materialnya. Objek A ialah gambar ijazah yang diunggah Dian Sandi di X. Objek B ialah lembar ijazah yang diperlihatkan Jokowi di persidangan. Ketika orang mengatakan “ijazahnya sama”, arti “sama” di sini konkret. Apakah gambar A berasal dari lembar B dan menampilkan rincian yang sama, termasuk pasfotonya?
Polemik tentang gambar unggahan itu antara lain bermula dari pasfoto. Orang melihat sosok berkumis dengan bentuk bibir yang menurut pemirsa berbeda dari wajah Jokowi yang biasa mereka lihat. Roy Suryo dan dokter Tifa ikut mengkaji gambar yang beredar. Dari perbandingan itu, Roy menyampaikan klaim bahwa pasfotonya tidak cocok dengan wajah Jokowi.
Pada 5 November 2026, Jokowi memperlihatkan ijazahnya di PN Jakarta Timur. Roy Suryo dan kuasa hukumnya sempat melihat dari dekat. Ketika ditanya apakah ijazah fisik itu sama dengan file yang diunggah Dian Sandi, Jokowi menjawab, “Saya tidak meneliti sampai sedetail itu, Yang Mulia.”
Di sinilah letak persoalan logikanya. Kalau seseorang berkata, “Jokowi sudah memperlihatkan ijazahnya, maka gambar unggahan Dian Sandi pasti salinan dari ijazah itu,” ia melakukan kedunguan berpikir non sequitur. Kesimpulannya tidak mengikuti premisnya. Premisnya Memperlihatkan B. Kesimpulannya B identik dengan A.
Untuk menjawab apakah A benar-benar disalin dari B, keduanya harus diperiksa berdampingan.
Ada pula logical fallacy atau kedunguan berpikiir ignoratio elenchi, yaitu menjawab pertanyaan lain. Orang bertanya, “Apakah gambar di X berasal dari lembar ijazah yang dipamerkan Jokowi?” Lalu dijawab, “Ijazahnya sudah diperlihatkan, kok.” Jawaban itu pakai logikanya orang pandir.
Supaya jawabannya bisa diuji, sandingkan file unggahan Dian Sandi dengan lembar yang diperlihatkan Jokowi di sidang. Beri para pihak kesempatan yang wajar untuk memeriksa pasfoto, letak cap, nomor ijazah, dan tata letaknya. Kalau ada perbedaan, tunjukkan di bagian mana dan telusuri apakah perbedaan itu muncul pada lembar dokumen atau selama proses penyalinan gambar. Kalau memang sama tunjukkan kesamaannya. Tentu dengan parameter yang sahih dan ilmiah.
Tempat yang sahih mengujinya adalah lembaga penguji independent yang sudah diyakini kredibelitasnya. Jangan milik Polri. Kalau yang menguji milik Polri rakyat Indonesia tidak percaya lha Kapolrinya diduga kuat pengkhianat bangsa.
Lembar ijazahnya sudah diperlihatkan. Sekarang, apa bukti bahwa gambar di X disalin dari lembar ijazah yang dipamerkan Jokowi itu?
Pameran ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jaktim tidak menjawabnya. ***










