PAN Kota Cirebon Mulai Panaskan Mesin Partai, Bidik Gen Z dan Milenial

KOTA CIREBON – Koranprogresif.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Cirebon mulai memanaskan mesin organisasi menghadapi agenda politik mendatang. Selain memperkuat struktur hingga tingkat bawah, PAN membidik peningkatan perolehan kursi di DPRD Kota Cirebon.
Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kota Cirebon yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Kota Cirebon, Minggu (6/9/2026).
Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, mengatakan penguatan struktur menjadi salah satu fokus utama partai agar PAN tidak hanya aktif saat momentum pemilu, tetapi dapat terus hadir dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini agendanya ada dua. Pertama, melantik masing-masing DPC di Kota Cirebon. Kedua, kita melaksanakan Rakerda. Jadi, dua agenda sekaligus dalam satu hari,” ujar Aldyan.
Pelantikan pengurus DPC tersebut turut dihadiri Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPR RI, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla, serta Anggota DPRD Kota Cirebon Rinna Suryanti, dan Anton Octaviano.
Menurut Aldyan, PAN tidak ingin identitas partai hanya muncul ketika memasuki tahun politik. Karena itu, kehadiran PAN di tengah masyarakat perlu dibangun sejak jauh hari.
“Sebentar lagi kita akan masuk tahun politik. Artinya, identitas partai yang selama ini kita bangun secara nasional tidak boleh hanya muncul ketika waktu pemilihan. Kita harus membangun identitas itu sejak sekarang dengan terus hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Ia mengakui PAN masih menghadapi sejumlah tantangan dalam membangun kekuatan politik di Kota Cirebon. Salah satunya adalah meningkatkan pengenalan dan kepercayaan masyarakat terhadap PAN.
“Banyak tantangan dan rintangan. Apalagi kita juga belum tahu secara pasti apakah Pemilu 2029 atau 2031 sesuai dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi. Itu menjadi salah satu hal yang harus kita siapkan,” tuturnya.
Di sisi lain, Aldyan menilai generasi Z dan milenial menjadi kelompok strategis yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan basis politik PAN di Kota Cirebon.
Menurutnya, pendekatan kepada generasi muda tidak dapat dilakukan dengan cara-cara politik konvensional. Karakter generasi muda saat ini cenderung kritis dan lebih tertarik pada gagasan serta solusi konkret dibandingkan retorika politik.
“Kalau secara global di Indonesia, Gen Z dan milenial jumlahnya sangat signifikan. Ini menjadi target yang perlu kita akselerasi. Tetapi karakteristik mereka kritis dan cenderung mencari solusi yang lebih solutif, tidak banyak retorika,” jelasnya.
Karena itu, PAN Kota Cirebon akan menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel atau soft selling untuk menjangkau kalangan muda.
Sejumlah kegiatan seperti mini soccer, lari, padel, hingga nongkrong dan diskusi santai dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi dengan generasi muda tanpa langsung membawa pembahasan politik secara formal.
“Kita bisa melalui mini soccer, event lari, padel, atau sekadar ngopi dan bincang-bincang. Tetapi tidak bermuara langsung ke politik. Karena yang saya temui, teman-teman Gen Z dan milenial terkadang melihat politik itu kasar dan identik dengan hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Padahal, lanjut Aldyan, hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat tidak terlepas dari kebijakan dan keputusan politik.
“Pada faktanya, seluruh aspek kehidupan kita dipengaruhi oleh politik. Karena itu, pendekatan soft selling inilah yang akan kita lakukan untuk bisa mendekati dan merangkul anak-anak muda,” ujarnya.
Menghadapi pemilu mendatang, PAN Kota Cirebon memasang target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Cirebon.
Aldyan menyebut, pada pemilu sebelumnya perolehan suara PAN Kota Cirebon meningkat signifikan, dari sekitar 12.800 suara menjadi 20.800 suara atau naik sekitar 66,67 persen.
“Secara jumlah akumulasi suara meningkat, meskipun kita belum mendapatkan empat kursi. Tetapi kalau secara hitungan di atas kertas, meskipun tidak bisa kita jadikan patokan secara pasti, kita ada di empat kursi. Dan tentu kami yakin bisa menambah satu lagi, sehingga target lima kursi masih rasional,” ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Aldyan menekankan pentingnya penguatan DPC sebagai basis utama pengaderan sekaligus pengembangan gagasan partai.
Menurutnya, setiap DPC tidak hanya bertugas menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga harus menjadi ruang untuk mencetak kader, merumuskan gagasan, serta mengawal kepentingan masyarakat.
“DPC masing-masing memiliki tugas yang perlu serius kita bangun. Komitmen saya bersama Mas Anton selaku Sekjen dan jajaran bendahara, kami akan turun setiap dua minggu sekali ke DPC masing-masing,” katanya.
Ia berharap kantor DPC PAN di Kota Cirebon dapat menjadi pusat aktivitas kader sekaligus ruang interaksi dengan masyarakat.
“Rumah DPC itu harus menjadi laboratorium pengaderan, laboratorium gagasan, laboratorium untuk advokasi kepentingan dan kebijakan publik. Agar semua itu terkawal dengan baik dan nantinya bisa kita sampaikan di Gedung Griya Sawala,” pungkas Aldyan.
Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Ivan Fadilla mengatakan pelantikan pengurus DPC dan pelaksanaan Rakerda merupakan bagian dari agenda konsolidasi PAN yang dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Hari ini konsolidasi dilakukan di Kota Cirebon dan Indramayu. Alhamdulillah, lima DPC sudah dilantik dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Rakerda,” ujar Ivan.
Menurutnya, konsolidasi tersebut dilakukan untuk melengkapi struktur organisasi PAN hingga ke tingkat bawah. Setelah struktur di tingkat DPW, DPD, dan DPC terbentuk, PAN akan melanjutkan pembentukan kepengurusan di tingkat ranting, rayon hingga subrayon.
“Intinya konsolidasi partai dan melengkapi struktur organisasi agar ke depan bisa bekerja lebih maksimal,” kata Ivan. (RN)











