Opini

Penyerangan ke Prabowo Saat Ini Buka Tabir. Kenapa Bowo Selalu Gagal dalam Pilpres

Oleh: Muslim Arbi (Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu)

 

JAKARTA || Koranprogresif.id – Baru mau dua tahun Prabowo jadi Presiden dan pimpin Indonesia, tapi serangan terhadapnya sangat Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM).

 

Prabowo visi misi yang di tulis dalam bukunya Paradoks Indonesia – PI. Inti dari Buku tersebut. Kita Negeri Kaya. Tetapi kita tetap miskin?

 

Dari pisau analisannya di buku itu (PI) adalah sumber daya alam indonesia (SDA) di kuasai oleh segelintir pengusaha rakus dan kemudian menjelma menjadi pemilik modal dan penguasa ekonomi dan aset negara (tanah jutaan hektar) dan mau mendikte negara dan para penguasa untuk kepentingan bisnis mereka.

 

Akibatnya para pemiik modal dan aset negara (red-Oligarki rakus) itu tidak menghendaki ada Presiden yang tunduk pada konsitusi dan Pro pada kepentingan Rakyat.

 

Akibat itu pula, Putera Begawan Ekonomi Prof Soemitro itu selalu di gagalkan untuk memimpin Indonesia.

Sehingga berkali-kali gagal dalam konstestasi Pilpres.

 

Bila dibanding dengan Era Presiden SBY yang memimpin Indonesia 10 tahun dan Era Joko Widodo 10 tahun. Kedua Presiden Indonesia itu belum pernah alami tekanan politik dan ekonomi seperti yang di alami oleh Prabowo saat ini.

Ada sih buku yang ditulis era SBY yang menjawab Gurita Cikeas dan buku People Power – Jokowi.

 

Patut di akui jika di banding SBY dan Joko Widodo. Keduanya tidak menuliskan pikiran untuk Indonesia sebagaimana Prabowo dalam bukunya. Paradoks Indonesia. Apa yang dilakukan oleh Prabowo ini seperti yang di lakukan oleh Mahatir Muhammad saat (1981) memulai memimpin Malaysia dengan bukunya The Dillema Malaya.

 

Mahatir berhasil memimpin Malaysia selama 22 tahun di periode pertamanya (1981 – 2003) kaum Melayu yang terpuruk akibat ekonomi Malaysia yang di kuasai Etnis Cina dan India. Akhirnya Etnis Melayu secaga ekonomi dapat sejajar dengan China dan India.

 

Penyakit kronis di Bangsa ini sejak di berlakukan UUD1945. Penerapan pasal 33 belum dilaksakan oleh Presiden sebelum Prabowo. Baru di era Prabowo inilah disampaikan secara tegas pada Rapat Di DPR tanggal 20 Mei 2026 lalu. Penyampaikan di depan DPR dan Rakyat itu dapat dipandang sebagai pernyataan Kebangkitan Indonesia.

 

Dengan demikian, dapat dimaklumi mengapa Prabowo selalu gagal dan di gagalkan sebagai Presiden untuk memimpin kebangkitan dan kemajuan Indoensia saat itu?

 

Hal itu dapat dipahami siapa musuh dan kekuataan rakus yang menguasai ekonomi republik selama ini menguasa republik? Bisa jadi, mereka (red-Oligarki Rakus) memang menghendaki agar Prabowo gagal dan bila perlu di turunkan di tengah jalan agar kekuatan Oligarki rakus itu berupaya menaikkan Presiden Boneka yang dengan mudah mereka setir.

 

Dari sisi inilah kekuatan yang menggoyang Prabowo itu dapat di pahami siapa mereka (red-Oligarki Rakus) itu bermain. Bisa jadi Prabowo terlalu bahaya bagi mereka. Karena Oligarki Rakus itu tidak dapat mendikte mantan Dan Jend Kopassus dan Pangkostrad itu. ***

Show More

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Untuk Menonaktifkan Adblock